Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Banyak Babi yang Mati, Manggarai Barat Masih Bebas Virus ASF
Regional NTT

Banyak Babi yang Mati, Manggarai Barat Masih Bebas Virus ASF

By Redaksi11 November 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Manggarai Barat (Mabar) Theresia Primadona Asmon (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Manggarai Barat (Mabar), Theresia Primadona Asmon menyebut kematian babi di kabupaten itu bukan karena virus African Swine Fever (ASF).

“Sementara ini dari hasil laboratorium masih negatif (ASF),” ungkap Theresia kepada VoxNtt.com beberapa waktu lalu.

Theresia menjelaskan, saat ini Kabupaten Mabar sedang waspada virus ASF.

“Karena kalau virus ASF ini masuk di wilayah kita, seluruh Indonesia juga sudah tahu bahwa virus ASF ini adalah virus yang sangat kuat hingga saat ini tidak ada vaksin dan tidak ada obatnya,” katanya.

Theresia mengatakan, kematian babi di Mabar secara umum dipicu oleh banyak sebab. Ada masalah gangguan metabolisme, parisit, bakteri dan virus.

“Makanya Kami harus pilah dan penting kami cek ini kematiannya karena apa,” jelasnya

Dia menegaskan kembali, kematian babi yang paling ditakuti yaitu bakteri dan virus ASF dan bakteri Streptococcus.

“Yang memang kalau itu menyebar, tingkat mobilitasnya juga tinggi. Tapi lebih tinggi ASF. Untuk sementara Streptococcus, tapi sekarang tim kita sudah ambil sampel di kecamatan Komodo, Sano Nggoang, Welak, Lembor, Lembor. Ada lima kecamatan, untuk diperiksa,” katanya.

Theresia mengatakan, untuk kecamatan-kecamatan yang belum terkena dampak kematian babi, pihaknya terus melakukan edukasi agar tetap menjaga kebersihan kandang.

“Kita terus lakukan edukasi untuk wilayah-wilayah yang belum terkena dampak. Agar mereka bisa menjaga kebersihan kandang, dan juga jika ada babi yang sakit harus cepat diinformasikan kepada dinas,” tuturnya.

Untuk diketahui, data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar, babi yang mati hanya sebanyak 300-an lebih.

Target pemerintah ke depan lebih kepada mencegah agar penyakit pada babi ini tidak menyebar kepada babi yang lain.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleBuruan Daftar, BMPS NTT Bakal Gelar Pentas Seni Online Bagi SMA/SMK Swasta
Next Article ICOR Tinggi Penghambat Akselerasi Ekonomi NTT

Related Posts

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Anggota DPR RI Stevano Rizki Gerak Cepat Bawa Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Kuwus Barat

19 Agustus 2026

Pegadaian Salurkan Sembako hingga Perlengkapan Tidur untuk Warga Terdampak Gempa Flores

17 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.