Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Atasi Bencana Longsor, BPBD Nagekeo Siaga dengan Alat Kerja Minim
Regional NTT

Atasi Bencana Longsor, BPBD Nagekeo Siaga dengan Alat Kerja Minim

By Redaksi5 Februari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jalan masuk Desa Selalejo dan Selalejo Timur, Kecamatan Mauponggo dikepung longsor. (Foto: Patrick Romeo Djawa/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Nagekeo pada awal tahun 2021 menyebabkan longsoran pada 16 titik di Kecamatan Mauponggo dan Nangaroro.

Dua belas titik longsor terdapat pada jalan masuk menuju Desa Salalejo dan Salalejo Timur, Kecamatan Mauponggo. Empat titik lainnya terjadi di jalan masuk Desa Kotakeo I dan Kotakeo II, Kecamatan Nangaroro.

Untuk membersihkan material longsoran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo hanya mengandalkan satu unit alat berat jenis loader yang dipinjam dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat.

Longsoran di Kotakeo I dan Kotakeo II sudah dibersihkan. Saat ini, petugas melakukan pembersihan di Salalejo dan Salalejo Timur. Tingginya intensitas hujan menyebabkan terjadinya empat longsoran susulan di ruas jalan menuju dua desa tersebut.

BPBD mengaku kesulitan untuk mencegah longsoran susulan. Andaikan mereka dilengkapi alat berat berupa excavator, BPBD bisa membangun trap agar longsoran susulan bisa dicegah. Sayangnya, petugas hanya didukung satu unit loader.

“Karena masih ada longsor susulan, tanah di sana harus dibuat trap trap, dan itu harus pakai eksa (excavator),” kata Kepala Pelaksana BPBD Nagekeo Agustinus Pone, Kamis (04/02/2021).

Untuk diketahui, Desa Salalejo termasuk wilayah rawan bencana. Warga masih merasakan trauma sejak tiga korban tewas tertimbun longsor tahun 2018 lalu.

Sejarah bencana masa lalu dan kajian resiko bencana (KRB) yang dilakukan BPBD merekomendasikan agar wilayah tersebut mendapat perhatian serius dalam penanggulangan bencana tanah longsor.

“Pembangunan tembok penahanan tanah di sepanjang jalur perlintasan dari dan menuju Desa Salalejo mesti segera dilakukan meski dengan menelan anggaran yang tak sedikit,” kata Pone.

Ia menambahkan, berdasarkan peta mitigasi bencana, terdapat tiga jenis bencana yang menjadi perhatian serius BPBD Nagekeo, yakni bencana tanah longsor, banjir, dan kekeringan.

Bencana tanah longsor kerap terjadi di Kecamatan Nangaroro, Mauponggo dan Boawae. Sementara bencana banjir kerap terjadi di Kecamatan Wolowae, Aesesa dan sebagian Kecamatan Keotengah. Sedangkan bencana kekeringan terjadi hampir di seluruh wilayah Nagekeo.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Yohanes

Bencana Alam Bencana NTT Bpbd nagekeo Nagekeo
Previous ArticleUpdate Covid-19 Manggarai Barat: 414 Orang Positif, 211 Sembuh
Next Article Bupati TTU Batal Divaksin Covid-19, Ini Penyebabnya

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.