Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Sampah Berserakan di Kota Betun, Kim Taolin: Pemerintah Sepertinya Tidak Urus Lagi
KESEHATAN

Sampah Berserakan di Kota Betun, Kim Taolin: Pemerintah Sepertinya Tidak Urus Lagi

By Redaksi9 Februari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tumpukan sampah yang membusuk di salah satu titik Kota Betun. (Foto: Frido/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, VoxNtt.com-Pasca Pilkada Malaka di akhir tahun 2020 hingga kini bulan Februari 2021, sampah di kota Betun meresahkan warga.

Pasalnya selain mengganggu pemandangan, tumpukan sampah yang menggunung juga mengeluarkan bau tak sedap.

Hal itu terpantau media ini di sekitar kota Betun. Di berbagai sudut, tumpukan sampah sudah membusuk. Tumpukan sampah terbanyak ada di lapangan umum kota Betun, tepatnya di samping Toko Cinta Damai. Dinas PUPR Kabupaten Malaka bidang Kebersihan, belum ada pergerakan terkait sampah tersebut.

Marius Boko, anggota DPRD kabupaten Malaka yang berdomisili di Betun ketika dihubungi media ini menyampaikan, harusnya dinas terkait membersihkan sampah yang sudah menggunung di kota Betun.

“Setelah Pilkada sampah berserakan di kota Betun. Dinas terkait sepertinya lupa akan tugas mereka untuk mengangkut dan membersihkan sampah yang berserakan. Pemerintahan tetap berjalan walaupun Pilkada selesai,” pinta Marius Boko, Kamis (04/02/2021).

Menurut Marius, pemerintah daerah Malaka harus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera melakukan pembersihan. Pasalnya, musim hujan seperti sekarang ini rentan terserang penyakit manular seperti muntaber dan demam berdarah.

“Rumah Sakit mau mengurus pasien karena Covid atau pasien penyakit menular lainnya yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan akibat sampah yang berserakan?” ujar Marius Boko, ketua komisi II DPRD Malaka.

Keresahan yang sama juga datang dari Kim Taolin, wakil Bupati Malaka terpilih. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) itu mengatakan, sampah di kota Betun sudah sangat banyak dan sepertinya sudah tidak diurus lagi Pemerintahan Daerah Kabupaten Malaka.

“Kota Betun ini sudah penuh dengan sampah. Kemarin saya ke pasar, di sekitar lapangan umum itu sampah terlalu banyak dan bertumpukan. Mulai menebarkan aroma tak sedap. Ini harus diurus, kalau tidak kita kena penyakit banyak, ” kata Kim Taolin kepada media, Kamis (04/02/2021).

Sementara itu, Kabid kebersihan Kabupaten Malaka, Yanuarius Tae belum bisa dihubungi. Pesan WhatsApp yang dikirimkan, hingga berita ini diturunkan belum ada respon darinya.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi

Editor: Irvan K

Malaka Pilkada Malaka Sampah Stef Bria Seran
Previous ArticleBanyak Tertular Covid-19, Nakes RSD Aeramo Justru Tidak Diberi Swab Test
Next Article Rayakan HPN di Tengah Pandemi, Wartawan NTT Nyatakan Cinta untuk Tenaga Kesehatan

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.