Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»AA Jadi Tersangka, Kuasa Hukum: Meninggalnya Proses Keadilan
HUKUM DAN KEAMANAN

AA Jadi Tersangka, Kuasa Hukum: Meninggalnya Proses Keadilan

By Redaksi18 Februari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengurus Peradi Kota Kupang, Fransisco Bernando Bessi saat diwawancarai wartawan di Kejati NTT, Senin, 15 Februari 2021. (Foto: Vox NTT/Tarsi Salmon).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com-Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) menetapkan pengacara Antonius Ali (AA) sebagai tersangka dan langsung ditahan Kejati NTT.

AA ditahan karena disebut sebagai aktor intelektual di balik keterangan palsu oleh tersangka HF dan ZD, dalam sidang praperadilan terhadap Agustinus Ch Dula, pekan lalu.

Merespon penetapan tersangka AA, Kuasa hukum, Fransisco Bernando Bessi mengatakan, penetapan tersangka  AA merupakan wujud meninggalnya proses keadilan secara hukum.

“Dengan penetapan dan penahanan ini, kami dari Kongres Advokat Indonesia (KAI) dan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) DPC Kota Kupang, menurut kami meninggalnya proses keadilan secara hukum,” kata Fransisco Bessi kepada wartawan di Kantor Kejati NTT, Kamis (18/02/2021).

Baca: Disebut Aktor Intelektual Keterangan Palsu, Anton Ali Ditahan Kejati NTT

Menurut dia, penetapan tersangka terhadap AA menandakan tidak adanya hati nurani bagi penegak hukum.

“Karena menurut kami, beliau menjalankan profesi advokat. Kalaupun ada beda pandangan dengan teman-teman penyidik di Kejati NTT, itu merupakan hal biasa,” ujarnya.

Tetapi sebagai bagian dari penegak hukum di NTT, kata dia, pihaknya tetap mendukung proses hukum AA sampai tuntas.

Ia kembali menegaskan, penetapan tersangka terhadap AA merupakan proses kematian nurani keadilan.

“Ini sekali lagi. Perlu digarisbawahi, terlepas dari proses yang teman-teman penyidik, kami menghargai dan menghormati. Tetapi kami punya pendapat dan pandangan yang berbeda,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya belum menyikapi seperti apa langkah selanjutnya. “Tetapi dalam waktu dekat, kami akan membuat teleconfrens secara tertulis,” pungkasnya.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J

Previous ArticleDisebut Aktor Intelektual Keterangan Palsu, Anton Ali Ditahan Kejati NTT
Next Article Pendamping Desa di Kota Komba Latih Aparat Buat Dokumen Perencanaan

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.