Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sebelum Gantung Diri, PU Sempat Makan Malam Bersama Keluarga
Regional NTT

Sebelum Gantung Diri, PU Sempat Makan Malam Bersama Keluarga

By Redaksi2 Maret 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Keluarga mengelilingi Jasad PU, mahasiswa asal Manggara Timur yang meninggal gantung diri di Kupang saat berada di ruang Jenazah RS SK Lerik Kota Kupang. (Foto: Pos Kupang).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com-Nasib nahas menimpa PU (23), mahasiswa semester 10 di salah satu Perguruan Tinggi di Kota Kupang itu ditemukan tewas gantung diri di samping rumah keluarganya di Lasiana, Selasa (02/03/2021) pagi.

PU diketahui berasal dari Kengkel Tilir, Desa Benteng Riwu, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia ditemukan tewas gantung diri di samping rumah menggunakan selang air yang terikat di pohon kusambi setinggi sekitar 2 meter.

“Korban terlebih dahulu ditemukan adiknya sekitar pukul 05.00 Wita,” kata Seprianus, Paman korban kepada wartawan.

Seprianus mengisahkan, korban tinggal bersamanya sejak SMA. Menurut Sipri, Korban dikenal sebagai orang yang pendiam.

“Untuk tanda-tanda kematian korban tidak ada sama sekali. Karena waktu malam masih makan bersama, sehingga tidak merasa korban akan melakukan hal seperti itu,” ceritanya.

Ia mengatakan, korban juga tidak pernah menceritakan apakah ada masalah atau tidak.

“Orang tua korban berada di Kabupaten Manggarai Timur, dan kami sudah menyampaikan musibah ini,” kata Siprianus.

Setelah mengetahui hal tersebut, pihak keluarga langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit S.K. Lerik Kupang.

Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan mengikhlaskan kematian korban. Jenazah korban sudah dibawa menggunakan ambulance kembali ke rumah duka untuk disemayamkan.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J

Gantung Diri Kota Kupang
Previous ArticleDPD Golkar NTT Launching Studio Digital Info Golkar
Next Article Blusukan ke RSUD, Ini Temuan Bupati dan Wabup TTU

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.