Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Terkait Reshuffle Kabinet Jilid II, BKH: Tidak Boleh Berorientasi pada Pelayanan Kepentingan Cukong
NASIONAL

Terkait Reshuffle Kabinet Jilid II, BKH: Tidak Boleh Berorientasi pada Pelayanan Kepentingan Cukong

By Redaksi18 April 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPR RI Beni Kabur Harman (BKH) saat memberikan komentar kepada VoxNtt.com di Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai pada Sabtu (18/04/2021) sore. (Foto: Igen Padur/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Semakin ke sini, wacana tentang perombakan atau reshuffle kabinet Jilid II di rezim Joko Widodo-Ma’ruf Amin semakin hangat didiskusikan. Para pakar dan para pengamat turut ikut berkomentar memberikan ragam catatan seputar hal yang tersebut.

Kali ini komentar tersebut datang dari politisi partai Demokrat Benny Kabur Harman (BKH). Sebagai kader Partai Demokrat yang juga sebagai anggota DPR RI, BKH sangat menghormati dan menghargai langkah reshuffle tersebut. Reshuffle menurut dia, merupakan hak presiden sepenuhnya.

“Reshuffle kabinet itu sepenuhnya hak presiden. Silakan presiden melakukan reshuffle sesuai dengan kebutuhannya. Sesuai dengan agendanya. Dan tentu pak presiden punya penilaian terhadap para pembantunya yang ada di kabinet. Kami menghargai dan menghormati,” ujar BKH di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Sabtu (18/04/2021) sore.

Walau demikian, BKH juga memberikan catatan seputar reshuffle tersebut. Ia menegaskan, agenda reshuffle tidak boleh berorientasi pada pelayanan kepentingan cukong. Agenda reshuffle menurut BKH, haruslah berorientasi pada penyelesaian masalah dan peningkatan kinerja.

“Kalau bisa reshuffle ini benar-benar dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan menyelesaikan masalah bukan untuk memenuhi permintaan, bukan reshuffle karena ada tekanan-tekanan yang diberikan oleh para cukong,” tegasnya.

Untuk itu, ia mengharapkan agar agenda reshuffle yang diwacanakan benar-benar dilakukan untuk menjawab persoalan yang dialami oleh rakyat Indonesia seluruhnya.

“Reshuffle itu harus menjadi bagian dari agenda untuk menjawab persoalan-persoalan rakyat. Bukan untuk menjawab tekanan para cukong,” tutupnya.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Benny K Harman BKH Manggarai Nasional
Previous ArticleCerpen: Leonchya
Next Article Atas Perintah Resdiana Ndapamerang, Luas Tanah Kerangan Diubah dari 30 jadi 24 hektare

Related Posts

Keuskupan Ruteng Wanti-wanti Dampak Tambang Mangan PT SJA di Reok

4 Juli 2026

Camat Reok Cup III Siap Bergulir Pertengahan Juli

2 Juli 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.