Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek Air Minum Bersih Senilai 2,7 Miliar di Matim Mubazir
Regional NTT

Proyek Air Minum Bersih Senilai 2,7 Miliar di Matim Mubazir

By Redaksi15 Mei 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah ibu di Desa Rana Masak terpaksa antre di sumur demi mendapatkan air minum bersih karena air tidak jalan pada proyek senilai Rp2,7 miliar
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Proyek air minum bersih di Desa Rana Masak, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) tampak mubazir.

Meski beberapa fasilitas pendukung sudah dibangun, namun hingga kini air tampak tidak jalan.

Padahal, proyek yang dikerjakan tahun 2020 milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Matim itilu telah menelan anggaran senilai Rp2,7 miliar.

Proyek tersebut kemudian mendapatkan keluhan warga setempat karena dinilai tidak menjawabi krisis air di Desa Rana Masak.

Maria, salah satu warga Desa Rana Masak menyesalkan air pada proyek tersebut tidak jalan.

Selain kesal, wanita berumur 40 tahun itu juga merasa kecewa dengan Kontraktor pelaksana yang ia nilai hanya tahu memasang pipa dan meteran, namun air sama sekali tidak jalan.

“Uang Negara dihabiskan sia-sia,” katanya saat dijumpai wartawan di sumur, lokasi timba air di Desa Rana Masak, Jumat (17/05/2021).

Maria mengaku, ia dan ibu-ibu lainnya harus bersusah payah untuk menimba air di sumur dan terkadang harus menunggu antrean dari sore sampai pagi.

“Awalnya kami berharap, dikerjakannya jaringan perpipaan dan pemasangan meteran, memberikan harapan baru untuk masyarakat dalam keperluan air minum. Ternyata tidak,” tegasnya.

Salah satu bak sudah dibangun, namun air tidak jalan pada proyek senilai Rp2,7 miliar di Desa Rana Masak

Terpisah, Kepala Desa Rana Masak Fransiskus Hada meminta Dinas PUPR Matim dan Kontraktor pelaksana untuk secepatnya menuntaskan pekerjaan.

“Percuma, hanya dipasangkan meteran sementara airnya tidak jalan. Kebutuhan mendasar kami bukan meteran, tapi air,” tandas Kades Frans kepada wartawan.

Ia mengaku kebutuhan air minum bersih menjadi masalah yang sangat serius di Desa Rana Masak.

“Apalah artinya, anggaran milaran rupiah dihabiskan sia-sia. Sementara ibu-ibu harus rela, kembali ke kebiasaan lama, menimba air sumur dan menunggu antrean sampai pagi,” ucap Kades Frans.

Pantauan wartawan di lokasi, terlihat ibu-ibu harus menimba air sumur dengan antrean jeriken yang begitu banyak.

Terlihat juga meteran-meteran air minum dan kran air sudah dipasang di depan rumah warga. Totalnya ada 427 meteran yang sudah dipasang.

Menurut warga, sejak proyek itu dikerjakan air hanya satu kali jalan, tepatnya pada 29 April lalu.

Sebagai informasi, proyek pengembangan jaringan perpipaan itu dikerjakan oleh PT Arison Karya Pratama, dengan konsultan perencanaan CV Bayu Pratama.

Proyek itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020, dengan kontrak awal kerja 9 September 2020 dan berakhir pada 18 Desember 2020. Nomor kontraknya, yakni 82.02.06/PPK.CK-DPUPR/IX/2020.

Pengerjaan proyek Air Minum Bersih (AMB) di Desa Rana Masak juga telah menjadi rekomendasi kerja panitia khusus (pansus) DPRD Matim untuk LKPj Bupati.

Dalam rekomendasi tersebut, DPRD meminta Dinas PUPR Matim untuk secepatnya menyelesaikan proyek pengerjaan air minum bersih itu agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Penulis: Filmon Hasrin
Editor: Ardy Abba

Desa Rana Masak Dinas PUPR Matim Manggarai Timur Matim
Previous ArticleSabtu Kelabu: Antologi Puisi Yohanes Boli Jawang
Next Article Kisah Mistis di Balik Eksotisnya Air Terjun Tengku Siwa

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.