Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pedagang Sayur di Ende Kesulitan Menjaga Jarak: Takut Juga Pak, Tapi Ini Hidup Harus Dijalani!
KESEHATAN

Pedagang Sayur di Ende Kesulitan Menjaga Jarak: Takut Juga Pak, Tapi Ini Hidup Harus Dijalani!

By Redaksi4 Juni 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana Pasar Ende Rabu (3/6/2021). Tampak pembeli dan penjual sedang bertransaksi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, VoxNtt.com – Dampak pandemi COVID-19 membuat banyak masyarakat memilih untuk berdiam diri di rumah saja. Meski demikian, masih ada orang-orang yang terpaksa harus tetap keluar rumah demi menyambung hidup.

Salah satunya adalah Ina (nama samaran). Di tengah ketakutan akan tertular COVID-19,  Ina tetap harus berjualan sayuran di pasar Ende

Alhasil, setiap pagi Ina masih harus pergi ke pasar menjual sayur di tengah sosialisasi social distancing pemerintah.

Ketika social distancing, semestinya orang harus menjaga jarak sekira 1-2 meter dalam beraktivitas. Namun Ina kesulitan melakukan hal itu, karena situasi pasar yang ramai pedagang dan pengunjung yang berbelanja.

Ina mengaku sebenarnya merasa takut saat berjualan sayur di pasar. Tapi faktor ekonomi, mengharuskan Ina untuk tetap berjualan agar bisa menyambung hidup.

Karena sang suami, saat ini sudah tidak bekerja, jadi Ina yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Takut juga Pak, tapi ini hidup yang harus dijalani,” ungkap Ina, Rabu (3/6/2021).

Sebagai antisipasi, Ina menggunakan masker saat berjualan.

Untuk diketahui, sejumlah negara masih terus melaporkan tambahan kasus baru infeksi virus corona gelombang kedua. Bahkan, sejumlah negara mengalami lonjakan kasus.

Malaysia misalnya, kembali mencatat rekor kematian harian tertinggi akibat virus corona pada Rabu (2/6/2021). Negeri Jiran itu melaporkan 126 kematian, jumlah itu merupakan korban harian tertinggi sejak pandemi melanda Malaysia.

Malaysia sebelumnya mencatat angka kematian tertinggi pada Sabtu (29/5/2021) dengan 98 jiwa. Hari Sabtu itu juga Malaysia melaporkan rekor kasus tertinggi yaitu 9.020 infeksi.

Sementara Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia. Di sana, terdapat 34.149.187 kasus infeksi virus corona. Sebanyak 27.976.329 orang telah sembuh, dan 610.915 orang meninggal dunia.

Penulis: Nasarius Selsius Kua

Editor: Irvan K

Ende
Previous ArticleGasak Perhiasan Warga TTU, Pria Asal Sulawesi Selatan Dibekuk Polisi
Next Article Ditahan Kejaksaan Negeri Ende, Dirut PT ADS Diduga Praktek Investasi Bodong dengan Dana 28 M

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.