Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Belasan Ribu Rumah di Belu Tidak Layak Huni
Regional NTT

Belasan Ribu Rumah di Belu Tidak Layak Huni

By Redaksi24 Juni 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rumah milik warga Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Belu yang rusak dan kini tidak dihuni akibat diterjang banjir (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Sebanyak 13.967 rumah di Kabupaten Belu masih masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kondisi belasan ribu rumah tidak layak huni di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste ini menjadi pekerjaan rumah bagi Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Agus Taolin dan Aloysius Haleserens.

Apalagi, perumahan layak huni merupakan salah satu dari lima program prioritas Bupati Agus Taolin dan Wabup Alo Haleserens.

Dari data base perumahan yang diperoleh VoxNtt.com dari Kepala Bidang Perumahan dan Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu, Yohanes Moruk, Rabu (23/06/2021), pada tahun 2017 terdapat 18.136 RTLH.

Namun jumlah ini sudah berangsur kurang setelah pemerintah melalui Dinas PUPR menggulirkan program bantuan stimulan rumah dengan anggaran yang bersumber dari APBD dan APBN. Sehingga pada 2020 jumlah RTLH di Belu tersisa 13.967 unit.

Jumlah ini belum termasuk rumah yang rusak akibat diterjang badai Seroja pada April lalu.

Bidang Perumahan pada Dinas PUPR menjadwalkan baru akan melakukan pendataan ulang pada bulan Juli mendatang.

Selain 13.967 RTLH, ternyata masih ada 4.169 KK di Belu yang belum memiliki rumah atau saat ini masih tinggal numpang (backlog).

“Data saat ini belum masih yang tahun kemarin. Rencananya bulan depan tim akan lakukan pendataan ulang secara menyeluruh untuk mengetahui jumlah RTLH dan jumlah backlog,” jelas Yohanes Moruk, Kepala Bidang Perumahan Dinas PUPR Belu, Rabu (23/06/2021).

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu Dinas PUPR Belu
Previous ArticlePolres Ende Berikan Vaksin Gratis untuk 1.600 Warga
Next Article Sensasi Gilap Kristal di Sela Stalaktit Gua Liang Woja

Related Posts

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026
Terkini

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.