Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»24.482 KK di Belu Belum Miliki WC Sehat
KESEHATAN

24.482 KK di Belu Belum Miliki WC Sehat

By Redaksi30 Juni 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi WC tidak sehat milik salah satu warga masyarakat di Kecamatan Tasifeto Barat, Belu (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Kesehatan adalah tema besar yang menjadi mimpi Bupati Belu dr. Agus Taolin dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens dalam menakodai Kabupaten Belu ke depan.

Bicara soal kesehatan, tidak hanya sebatas pada layanan kesehatan gratis, namum aspek lain seperti sanitasi merupakan bagian penting yang perlu diberi atensi secara serius, sehingga mimpi untuk menciptakan masyarakat Belu yang sehat dapat terwujud.

Namun, tantangan untuk menciptakan masyarakat Belu yang sehat dalam periode kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Agus Taolin dan Drs. Aloysius Haleserens tidaklah mudah dan semestinya menjadi tanggung jawab semua komponen termasuk masyarakat.

Untuk menciptakan masyarakat yang sehat, salah satu aspek penting yang perlu ditata atau diperbaiki adalah sanitasi termasuk di dalamnya fasilitas kamar mandi dan WC.

Berdasarkan data pada Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, masih terdapat sebanyak 24.482 Kepala Keluarga (KK) di daerah itu yang hingga Juni 2021 belum memiliki WC sehat.

Data yang diperoleh VoxNtt.com dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Selasa (29/6/2021), dari total 46.583 KK, hanya 22.101 KK yang sudah memiliki WC sehat.

Jumlah ini tidak mencapai separuh dari jumlah KK seperti yang tertera dalam data Dinas Kesehatan Kabupaten Belu.

Sebelumnya, jumlah KK di Belu yang belum memiliki WC sehat mencapai 28 ribu lebih.

Namun angka ini berangsur kurang setelah pemerintah pusat melalui APBN mengintervensi kegiatan pengadaan akses terhadap WC sehat yang dibangun di sejumlah desa di daerah perbatasan sebanyak 2.164 unit.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Belu Theresia Saik yang ditemui di ruang kerjanya menyampaikan bahwa saat ini pihaknya mendapat dukungan dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam program membangun kesadaran masyarakat untuk tidak Buang Air Sembarangan atau Open Difection Free (ODF).

Namun demikian, terkait terbatasnya akses sarana WC sehat, Theresia tidak merinci program apa yang akan dilaksanakan Dinas Kesehatan agar masyarakat bisa memiliki WC sehat secara individu. Sebab untuk pembangunan fisik WC merupakan tanggung jawab Dinas PUPR.

Theresia mengaku pihaknya tengah berupaya untuk menekan angka masyarakat yang BAB sembarangan.

“Kita upayakan agar angka masyarakat yang tidak buang air sembarangan terus meningkat, sehingga masyarakat tidak BAB sembarangan,” jelas Theresia saat ditemui di ruang kerjanya Senin,(28/06/2021).

Tidak hanya soal WC sehat, salah satu persoalan serius yang saat ini sedang diupayakan Dinas Kesehatan bersama Lembaga Swasta adalah soal pengolahan limbar air bersih skala rumah tangga. Sebab faktor ini menjadi pemicu wabah Malaria di Kabupaten Belu.

Namun demikian, masyarakat belum sepenuhnya tahu dan sadar akan pentingnya pengelolaan limbah air bersih skala rumah tangga.

Bupati Belu dr. Agus Taolin yang dihubungi secara terpisah mengaku saat ini pemerintah tengah berupaya untuk menekan angka masyarakat yang belum memiliki WC sehat.

Bupati Agus berjnji akan menyelesaikan persoalan ini secara bertahap.

“Kita ada kegiatan jambanisasi dan air bersih secara bertahap. Pemerintah bersama masyarakat akan mengatasi itu,” pungkas Bupati Agus ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp, Rabu (30/06/2021).

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Agus Taolin Belu Dinkes Belu
Previous ArticleGMNI Desak DPRD Ende Bentuk Pansus terkait Penggunaan Dana Covid-19
Next Article ‍‍‍‍‍‍10 Orang Meninggal Akibat Covid-19 di Manggarai Timur

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.