Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Penjaringan Guru di SMAN 1 Lelak Diduga Sarat Nepotisme, DPRD NTT: Kepsek Mesti Bijaksana
Pendidikan NTT

Penjaringan Guru di SMAN 1 Lelak Diduga Sarat Nepotisme, DPRD NTT: Kepsek Mesti Bijaksana

By Redaksi14 Agustus 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD NTT, Yohanes Rumat saat diwawancarai wartawan, Jumat, 13 Agustus (Foto: VoxNtt.com/Tarsi Salmon)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Rumat, ikut berkomentar terkait proses penerimaan guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Lelak, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai.

Proses penerimaan guru di SMAN 1 Lelak itu, menuai aksi protes tokoh masyarakat setempat karena diduga sarat nepotisme.

Aksi protes itu ditempuh masyarakat lantaran sikap kepala sekolah (Kepsek) yang menerima guru baru dengan jurusan Bahasa Indonesia. Guru tersebut belum diwisuda karena baru saja tamat, namun kini sudah mengajar.

Yohanes Rumat mengatakan, sebagai pemimpin, kepala sekolah atau ketua komite harus bijaksana dalam penerimaan guru.

“Mestinya harus bijaksana di dalam penentuan siapa yang harus diterima di sekolah itu. Terutama manakala yang masukan lamaran ini mata pelajaran yang sama. Tentu kalau itu yang terjadi, maka sekolah pun memiliki kriteria dari sisi tamatannya, ” ujar Rumat kepada wartawan di Kupang, Jumat (13/08/2021).

Ia mengatakan, dalam proses penerimaan guru, pimpinan tidak boleh pilih kasih. Rumat pun menilai proses penerimaan guru di SMAN 1 Lelak terkesan tendensius.

“Kalau lihat dipermukaan tendensius sekali. Terkesan bahwa kepala sekolah menerima keluarganya atau menerima orang dekatnya. Tugas pengawasan kami nanti disini. Kira-kira seperti apa kesepakatan guru komite atau kebijakan kepala sekolah cara untuk merekrut tenaga guru baru,” ujar politisi PKB itu.

Ia menuturkan, kalau standar atau syarat penerimaan, baik itu pegawai maupun guru karena suka atau tidak suka, maka pihaknya bisa memberikan penalti.

“Kami bisa memberikan peringatan. Tentu bukan kami langsung. Itu tugasnya Kepala Dinas Pendidikan atau Korwas harus mengetahui benar atau tidak apa yang menjadi tuntutan atau aksi protes masyarakat,” pungkasnya.

Rumat menegaskan, kalau ini terus dibiarkan, maka keburukan pada lembaga pendidikan tentu saja terjadi.

“Sebagai Anggota DPRD kita tidak menginginkan itu, tidak mengharapkan itu,” tutur anggota DPRD asal Dapil Manggarai Raya itu.

Rumat juga menegaskan, kalau persoalan ini nanti terjadi penolakan secara massif atau menjadi penolakan yang sifatnya tendensius, maka pihaknya bakal memanggil Kepala Dinas Pendidikan NTT dan koordinator pengawas sekolah (Korwas).

“Maka peran kami sebagai anggota DPRD turun untuk mengawasi hal-hal begini,” imbuh Rumat.

Sekretaris Komisi V DPRD NTT itu menambahkan, siapa saja yang ingin melamar di sekolah tersebut merupakan hak semua orang. Hal yang penting adalah memenuhi kriteria yang diisyaratkan oleh sekolah.

“Tentu yang namanya pelamar inikan pasti banyak. Keluar masuk dengan latar belakang pendidikan, pasti ada yang kenal dan ada yang tidak kenal dan seterusnya, ” pungkasnya.

Baca di sini sebelumnya: Penjaringan Guru di SMAN 1 Lelak Diduga Sarat Nepotisme, Kepsek: Mereka Semua Keluarga Saya

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

 

DPRD NTT Kota Kupang SMAN 1 Lelak Yohanes Rumat
Previous ArticleRatusan Warga Terjaring Operasi Prokes di Pos Pintu Masuk Kota Ende
Next Article Bantu Warga di Tengah Pandemi, Golkar Luncurkan Posko Karya Peduli Sesama di Seluruh Wilayah NTT

Related Posts

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.