Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Wae Rebo Sabet Penghargaan, HPI Manggarai Beberkan Tantangan dalam Menghadapi Gelombang Wisatawan
Ekbis

Wae Rebo Sabet Penghargaan, HPI Manggarai Beberkan Tantangan dalam Menghadapi Gelombang Wisatawan

By Redaksi8 Desember 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kampung Adat Wae Rebo (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Kampung Adat Wae Rebo, Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, NTT, berhasil meraih peringkat pertama kategori Daya Tarik Wisata Alam, Budaya, dan Buatan dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada Selasa (07/12/2021).

Prestasi bergengsi itu diraih setelah berhasil menyisihkan 50 nominasi Desa Wisata lainnya yang terpilih dari 1.831 peserta yang terdaftar sejak pertengahan 2021 lalu.

Menanggapi itu, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Manggarai Yovie Jehabut mengapresiasi dan memberikan ucapan selamat kepada masyarakat Wae Rebo.

“Sebagai masyarakat Manggarai sekaligus pelaku pariwisata lokal, HPI Manggarai tentu saja sangat bangga dengan anugerah ini. Ini adalah bentuk pengakuan pemerintah dan masyarakat Indonesia atas keindahan dan keunikan kampung Wae Rebo,” kata Yovie dalam keterangan tertulisnya yang diterima VoxNtt.com, Rabu (08/12/2021) pagi.

Yovie mengajak seluruh elemen agar menjadikan prestasi ini sebagai pelecut semangat untuk bahu-membahu bertanggung jawab menjaga kelestarian alam dan budaya Desa Adat Wae Rebo.

“Anugerah ini tentu saja datang bersamaan dengan tanggung jawab yang besar dalam menjaga eksistensi keindahan dan keunikan yang ada. Masyarakat Wae Rebo, Pemerintah dan kita semua harus konsisten menjaga apa yang ada saat ini,” tutur pegiat wisata yang fokus di bidang pengamatan dan konservasi burung ini.

Ia melanjutkan, anugerah yang diterima saat ini adalah hasil penilaian dari perpaduan alam, warisan budaya, dan kehidupan masyarakat Wae Rebo. Jika salah satunya rusak maka eksistensi keindahan dan keunikan itu menjadi timpang.

Yovie menjelaskan, tantangan yang muncul pascaterpilih sebagai desa wisata terbaik adalah kesiapan masyarakat, pemerintah dan pelaku usaha wisata menghadapi gelombang wisatawan yang datang ke Wae Rebo.

Untuk itu, pemerintah dan masyarakat adat harus segera menemukan pola yang tepat agar peningkatan kunjungan wisata ke Wae Rebo harus tetap berkontribusi positif pada perlindungan warisan budaya dan alam yang ada.

“Kita berharap, anugerah ini nantinya berdampak paling besar bagi kesejahteraan masyarakat Wae Rebo secara keseluruhan serta membantu mereka untuk tetap teguh menjaga warisan yang menakjubkan ini,” tutup Yovie.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

http://fuq.zqc.mybluehost.me/2021/12/08/bpolbf-siap-dukung-wae-rebo-menjadi-desa-wisata-kelas-dunia/83594/

BPOLBF Manggarai Wae Rebo
Previous ArticleBPOLBF Siap Dukung Wae Rebo Menjadi Desa Wisata Kelas Dunia
Next Article 700-an Bidang Tanah Milik Pemda Mabar Belum Disertifikat

Related Posts

Keuskupan Ruteng Wanti-wanti Dampak Tambang Mangan PT SJA di Reok

4 Juli 2026

Camat Reok Cup III Siap Bergulir Pertengahan Juli

2 Juli 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.