Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemkab Mabar Diminta Lebih Peka Terhadap Nasib Petani Lembor
Regional NTT

Pemkab Mabar Diminta Lebih Peka Terhadap Nasib Petani Lembor

By Redaksi11 Desember 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Desa Siru Sumardi saat menyerahkan secara simbolis bantuan beras dari Stefanus Gandi (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Kementerian PUPR melalui Direktoral Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Besar Nusa Tenggara II- melaksanakan proyek rehabilitasi jaringan permukaan kewenangan pusat D.I Lembor di Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, dengan menelan biaya Rp37.999.160.000.

Banyak warga yang berdampak langsung akibat proyek rehabilitasi irigasi Lembor yang mulai digarap sejak tahun 2020 lalu itu. Sejak 8 Mei 2021 hingga 25 Februari 2022 petani di Lembor tidak bisa melaksanakan musim tanam.

Saat proyek berlangsung air tidak jalan. Akibatnya, persawahan menjadi kering dan tentu saja gagal panen.

Pengamat kebijakan publik Stefanus Gandi meminta Pemda Manggarai Barat melalui dinas sosial agar lebih peka dalam memperhatikan dampak pembangunan irigasi di Lembor yang menyebabkan krisis pangan bagi kebanyakan warga di wilayah itu.

“Masyarakat sangat membutuhkan intervensi Pemda Mabar dalam mengatasi kondisi krisis seperti yang tengah melanda Lembor karena dampak pembangunan irigasi,” ujarnya kepada sejumlah awak media, Jumat (10/12/2021).

Stefan kemudian mengkritisi sikap Bupati Mabar Edistasius Endi yang belum menghadirkan solusi cepat untuk mengatasi krisis pangan akibat proyek irigasi di Lembor.

Ia bahkan menilai Bupati Edi terkesan tutup mata akan kondisi tersebut, meski memang masyarakat yang tengah mengalami bencana kelaparan dan membutuhkan bantuan pemerintah.

Senada dengan Stefan, Siti Rofiah (53) seorang petani asal Dusun Watu Lendo, Desa Siru, Kecamatan Lembor berharap kepada pemerintah agar setiap kebijakan hendaknya berlaku adil dan memiliki rasa kepedulian dengan masyarakat yang terkena dampak proyek rehabilitasi irigasi Lembor.

Belum Ada Kepastian

Dominikus Mantur, Koordinator pelaksana lapangan pembagian sembako milik Stefan Gandi menjelaskan, penyelesaian proyek irigasi di Lembor sejauh ini belum ada kepastian.

Akibatnya, kata Domi, memasuki akhir tahun 2021 para petani di Lembor belum bisa mengolah lahan persawahan mereka.

Dampaknya adalah krisis beras terpaksa harus dialami sejumlah kepala keluarga. Warga harus memikirkan cara untuk mengantisipasi persediaan beras mereka yang makin menipis.

Bahkan sejumlah kepala keluarga sudah mulai membeli beras dari luar. Padahal Lembor adalah lumbung beras di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ia pun menilai pemerintah lamban turun tangan mengatasi persoalan tersebut. Apalagi mengembali kondisi persawahan Lembor seperti sediakala.

Terpisah, Kepala Desa Siru Sumardi berharap agar pemerintah lebih proaktif dan cepat merespons dalam melihat penderitaan masyarakat.

Ia mengaku pihaknya sudah lama memberikan surat kepada Dinas Sosial Mabar dan Dinas Ketahanan Pangan disertai data-data lengkap sekitar 400-an KK yang terkena dampak langsung proyek rehabilitasi irigasi. Sayangnya, hingga kini pemerintah daerah belum merespons surat tersebut.

“Kita kirim by name, by address, jumlah lahannya berapa kemudian tanggungan dalam rumah tangga berapa. Itu sudah kami kirimkan semua datanya,” terang Kades Sumardi.

Penulis: Ardy Abba

http://fuq.zqc.mybluehost.me/2021/12/10/ucapan-terima-kasih-yang-tulus-untuk-stefan-gandi/83670/

Desa Siru Kabupaten Manggarai Lembor Stefan Gandi
Previous ArticleBupati Malaka Singgung Street Culture, Ini yang Dilakukan Kepala Bank NTT Betun dan Pekerja Media
Next Article Keren! PLN Mulai Operasikan SPKLU Pertama di NTT

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.