Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Setelah Mobil Terperosok ke Jurang, Warga Empat Desa di Matim Perbaik Jalan Rusak
Regional NTT

Setelah Mobil Terperosok ke Jurang, Warga Empat Desa di Matim Perbaik Jalan Rusak

By Redaksi28 Januari 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ratusan masyarakat dari empat desa di Kecamatan Lemba Leda Timur, memperbaiki jalan rusak di tanjakan Rana Poja, Jumat (28/01/2022) (Foto: Leo Jehatu/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT – Sebuah mobil mini bus jenis APV terjun ke jurang setelah Simpang Mukun menuju Elar, tepatnya di Rana Poja, Rabu (26/01/2022) pagi.

Mobil travel terperosok di jalan buruk yang tersisa batu telfor di jalur Ruteng-Elar, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur.

Setelah kajadian tersebut, ratusan warga dari empat desa di wilayah itu bergotong-royong memperbaiki jalan yang rusak, Jumat (28/01/2022).

Keempat desa antara lain, Desa Colol, Ulu Wae, Wejang Mali, dan Rende Nao. Mereka dibantu oleh beberapa pegawai dari Kantor Camat Lamba Leda Timur yang dikoordinasi oleh Sekretaris Camat.

Terpantau, di jalur yang sama, banyak rusak seperti kubangan kerbau. Aspal terkupas parah sehingga sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Salah satu pemuda asal Desa Ulu Wae yang hadir di lokasi perbaikan, Armandus C. Tukeng, mengatakan kegiatan bakti sosial itu fokus pada perbaikan jalan milik Pemkab Matim di tanjakan Rana Poja.

“Kerusakan pada lokasi ini cukup parah dan telah mengakibatkan sebuah mobil APV terperosok ke jurang beberapa hari yang lalu,” ujar Armandus.

Ia menuturkan, bahan-bahan seperti batu, pasir, semen untuk perbaikan jalan diperoleh dari sumbangan sukarela masyarakat dan para sopir angkot, serta pengendara sepeda motor yang melintas.

“Kita tidak bisa berharap banyak kepada pemerintah. Bekerja secara gotong royong seperti yang ditunjukan masyarakat dalam kegiatan hari ini tentu sangat baik untuk kemajuan daerah ini,” kata Arman.

Ia pun berharap kekompakan masyarakat tersebut tetap dijaga dan terus dilakukan demi membangun Kabupaten Manggarai Timur.

Sebelumnya, sebuah mobil mini bus jenis APV terjun ke jurang setelah Simpang Mukun menuju Elar, tepatnya di Rana Poja, Rabu (26/01/2022) pagi.

Mobil travel terperosok di jalan buruk yang tersisa batu telfor di jalur Ruteng-Elar, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur.

Kondisi mobil mini bus jenis APV yang terbalik pada Rabu (26/01/2022) (Foto: Leo Jehatu/Vox NTT)

Akibat kejadian tersebut, dua penumpang sempat dilarikan ke Puskesmas Colol karena luka.

Pantauan VoxNtt.com di lokasi kejadian, selain jalannya yang menanjak, licin, aspal terkupas, batu telford juga sudah terlepas.

BACA JUGA:

Di Matim, Mobil Travel Terjun ke Jurang

Pemilik mobil APV yang terbalik Stevan Nanggus, warga asal Biting, Desa Ulu Wae Kecamatan Lamba Leda Timur, mengatakan, jalan di lokasi kejadian itu sudah lama rusak. Tetapi hingga kini Pemerintah Manggarai Timur belum memperbaiknya.

“Lokasi ini sudah lama rusak Pak, bahkan sejak tahun 2019, sudah banyak kendaraan yang yang terbalik di sini,” katanya.

“Saya sangat kecewa dengan pemerintah yang tutup mata saja melihat kondisi jalan ini. Padahal mereka sering lihat kondisi jalan ini yang sangat buruk,” ujar Stevan.

Ia menuturkan, hinggga saat ini selain mobil, juga kendaraan roda dua yang tidak terhitung menjadi korban di jalan yang rusak itu.

“Semoga pemerintah bisa cepat memperbaiki jalan ini,” pinta Stevan.

Penulis: Leo Jehatu
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim
Previous ArticleIni Alasan Seminari Labuan Bajo Terima Siswi
Next Article Kesbangpol Silaturahmi ke Partai NasDem Malaka

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.