Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Soal TKD, Bupati Edi Diminta Transparan
Regional NTT

Soal TKD, Bupati Edi Diminta Transparan

By Redaksi29 Januari 20221 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur SG Institut, Stefanus Gandi, saat membawakan materi pada seminar di Seminari Menengah KPA St. Paulus Mataloko, Kabupaten Ngada, Jumat (21/01/2022).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi dikabarkan akan memberhentikan 600-an lebih dari total 2.339 orang Tenaga Kontrak Daerah (TKD) di daerah itu.

Pengamat kebijakan publik Stefanus Gandi meminta Bupati Edi agar menjelaskan, baik perekrutan maupun pengangkatan TKD, secara terbuka dan transparan.

“Terkait rumor pengangkatan 1,750 TKD oleh Bupati Manggarai Barat, saya berharap agar Bupati menjelaskan hal ini secara terbuka,” ujar Stefan kepada VoxNtt.com, Sabtu (29/01/2022).

Menurut dia, Bupati Edi juga harus memberikan penjelasan yang konstruktif, sehingga masyarakat bisa memahami dengan benar kebijakan yang diambil.

“Kalau Bupati bisa secara transparan menjelaskan situasi tersebut, maka saya yakin alasannya bisa diterima dengan baik walaupun ada pro-kontra. Saya melihat ada pola komunikasi yang kurang humanis sehingga terkesan seolah-olah otoriter,” ujar Direktur Stefanus Gandi Institut itu.

Apalagi kebijakan yang terjadi di tengah situasi pandemi. Kata dia, mestinya Bupati Edi lebih arif dan bijak karena hal seperti ini sangat mudah memantik kemarahan masyarakat.

“Bupati harus lebih banyak belajar menggunakan komunikasi yang humanis supaya isu-isu tidak bias di luar sana,” ujar Stefan.

Penulis: Ardy Abba

Edi Endi Kabupaten Manggarai Labuan Bajo Stefan Gandi Stefanus Gandi Stefanus Gandi Institut
Previous ArticleKesbangpol Silaturahmi ke Partai NasDem Malaka
Next Article Miris! Siswa SDI Bea Rana Terpaksa Menimba Ilmu di Gedung Reyot dan Becek

Related Posts

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.