Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Guru Tidak Hanya Berperan sebagai Guru
VOX GURU

Guru Tidak Hanya Berperan sebagai Guru

By Redaksi9 Februari 20224 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengajar Praktik, Emanuel Sens,S.Pd.Gr, saat mewawancarai keterwakilan siswa SMAN Plus Kopi Colol, Rabu (09/02/2022)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Guru ternyata tidak hanya berperan sebagai guru. Pahlawan tanda jasa itu juga berperan sebagai orangtua siswa.

Kesan itu berhasil direkam ketika Emanuel Sens, S.Pd.Gr mewawancarai perwakilan guru dan siswa SMAN Plus Kopi Colol, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Rabu (09/02/2022) pagi.

Emanuel sendiri merupakan Pengajar Praktik Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan IV Kabupaten Manggarai Timur.

“Ternyata peran guru bukan hanya sebagai guru, namun guru harus menjadi orangtua bagi peserta didik sebagai aksi nyata dalam pola mencapai profil pendidikan Pancasila ke depannya,” kata Eman, sapaan akrabnya.

Pagi itu, ia mewawancarai Yati Oktvia Metildis dan Margareta Esar sebagai keterwakilan siswa SMAN Plus Kopi Colol. Sedangkan, keterwakilan gurunya ialah; Stefanus Kordin, S.Pd dan Yuliana Elda Sari S.Pd.

Eman datang ke SMAN Plus Kopi Colol untuk mengikuti kegiatan pendampingan dan penguatan Calon Guru Penggerak (CPG).

Di sekolah yang berlokasi di Biting, Desa Ulu Wae, Kecamatan Lamba Leda Timur itu, ada CPG atas nama Daria Jenung, S.Pd.

Berdasarkan hasil wawancara Eman disimpulkan bahwa Daria Jenung bukan hanya dipandang sebagai guru yang bertugas mentransfer ilmunya kepada peserta didik, tetapi lebih dilihat sebagai mediator dalam kegiatan pembelajaran.

“Sehingga peserta didik menganggap ibu gurunya sebagai “ibu kandung menurut kedua siswa di sekolah itu” setelah di rumah,” kata Eman yang adalah guru SDI Wae Nunung itu.

Menurut dia, peran CGP Daria Jenung di SMAN Plus Kopi Colol dapat memberikan solusi untuk setiap masalah yang dihadapi peserta didiknya.

BACA JUGA: 

Guru di Tengah Badai Pandemi

“Ia (Daria Jenung) merupakan, sosok ibu guru yang memecahkan persoalan bagi siswa-siswi. Penyelesaian persoalan, dengan berbicara dari hati ke hati. Sehingga tujuan pembelajaran saat itu tercapai,” kata Eman.

Terkait aksi nyata yang dibuat CGP Daria Jenung, kata dia, bukan hanya satu kelas, namun setiap kelas yang menjadi binaan dari calon guru penggerak. Di kelas-kelas tersebut Daria Jenung bisa membuat aksi nyata yang berbeda-beda.

Aksi nyata yang ia maksudkan seperti kesepakatan kelas, pohon harapan, dan pohon cita-cita siswa-siswi yang ditulis berdasarkan hati nurani mereka.

Pengajar Praktik, Emanuel Sens, S.Pd.Gr, saat melakukan pendampingan CGP Daria Jenung, S.Pd dan memwawancarai keterwakilan guru SMAN Plus Kopi Colol, Yuliana Elda Sari S.Pd dan Stefanus Kordin, S.Pd, Rabu (09/02/2022)

Dari aksi nyata tersebut, kata Eman, tentu memiliki dampak yang baik terhadap peserta didik. Para siswa tentu saja memiliki kebiasaan-kebiasaan positif dari aksi nyata yang telah dibuat bersama dengan gurunya.

Ia menegaskan, tidak bisa dipungkiri bahwa ada juga hambatan-hambatan yang dialami oleh Calon Guru Penggerak (CPG).

Hambatan tersebut terutama terkait hal-hal teknis dalam mengikuti kegiatan pendidikan guru penggerak seperti kurangnya jaringan internet dan dalam pembuatan aksi nyata.

“Di sinilah, saya melihat guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama,” jelas Eman.

Eman menambahkan, dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal, yang nantinya akan diambil.

Sebab, lanjut dia, pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid.

Sebagai salah satu pendamping terhadap 6 sekolah, baik tingkat SD SMP maupun SMA, Eman sendiri menemukan banyak hal.

Di balik temuan tersebut, ia pun berharap kepada semua guru yang berada wilayah dampingannya untuk mengikuti itikad baik yang sudah dikembangkan oleh calon guru penggerak, sehingga menjadi kegiatan rutin di lembaga pendidikan.

“Saya sebagai Pengajar Praktik sangat bersyukur karena dalam kegiatan ini kami saling belajar kolaboratif, di mana kami saling berbagi ilmu yang didapat oleh CGP di LMS, diimbaskan kepada PP. Kemudian PP mengimbaskan kepada lembaga di mana PP tersebut mengabdi,” kata Eman.

Sebagai informasi, guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif.

Guru penggerak juga bisa mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila.

Penulis: Leo Jehatu
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim SDI Wae Nunung SMAN Plus Kopi Colol
Previous ArticleAlasan Penolakan Proyek Geothermal Wae Sano Selalu Dibantah, Pemerintah Dinilai Malas Cari Informasi Dampak Buruk
Next Article Aksi Tolak Proyek Geothermal Wae Sano di Jakarta, Pemerintah Dinilai Abaikan Suara Rakyat

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.