Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Peduli dengan Nasib Petani, Stefanus Gandi Institut Gelar Sosialisasi Penggunaan Pupuk Organik di Desa Bangka Lao
Regional NTT

Peduli dengan Nasib Petani, Stefanus Gandi Institut Gelar Sosialisasi Penggunaan Pupuk Organik di Desa Bangka Lao

By Redaksi26 Februari 20224 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Utusan Stefanus Gandi Institut, PT Best, dan kelompok tani pose bersama usai kegiatan sosialisasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Stefanus Gandi Institut (SGI) menggelar sosialisasi manfaat penggunaan pupuk organik di Dusun Wari, Desa Bangka Lao, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Sabtu (26/02/2022).

Dalam kegiatan tersebut SGI menggandeng PT Best, produsen eco farming atau pupuk berbahan organik super aktif. Sosialisasi yang diikuti 51 orang dari 17 kelompok tani tersebut menghadirkan narasumber utusan dari PT Best dan tiga orang utusan SGI masing-masing Hendrik Harum, Bento Papur, dan Cen Bos.

Bento Papur, utusan dari SGI mengatakan, lembaganya turut merasakan kegetiran para petani selama ini terutama dalam menghadapi kelangkaan pupuk kimia.

Itu sebabnya, sebagai lembaga yang peduli kehidupan sosial, SGI menggandeng PT Best produsen pupuk eco farming hadir membantu memberikan solusi dengan menjelaskan manfaat dan cara penggunaan pupuk organik.

“Kegiatan ini didahului dengan presentasi dari agen pupuk PT Best, juga dihadiri oleh Kepala Desa Pong Lao dan Pjs. Desa Bangka Loa. Kedua pemimpin desa tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktur SGI atas gagasan dan kepeduliannya kepada petani di wilayah desa mereka. Dan semoga perhatian seperti ini berkelanjutan ke depannya,” kata Bento.

Terpisah, Kepala Desa Pong Lao Inovensius Abin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan dengan kemasan sosialisasi pupuk organik eco farming, serta memperkenalkan SGI kepada peserta yang hadir.

“Saya melihat, peserta sangat antusias baik terhadap eco farming maupun terhadap SGI-nya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masukkan dan bahkan permintaan kepada bapak Stefanus Gandi selaku Direktur utama SGI,” kata Ino yang juga hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Ia pun berpesan agar SGI tetap menjadi mitra, motivator dan sumber inspirasi bagi masyarakat dari semua kalangan.

“Kesan saya SGI luar biasa. Saya baru bertemu Pa Stefan selaku direktur SGI, orangnya luar biasa, mandiri dan bermasyarakat. Karya dan kegiatannya sungguh mengagumkan dan inspiratif,” katanya.

Ino juga beharap suatu saat SGI bisa melaksanakan kegiatan kemanusiaan yang sama di desanya.

Sementara itu, Anus Juandi salah satu Ketua Kelompok Tani yang hadir mengaku bangga dan berterima kasih kepada lembaga SGI yang mau dan merelakan waktunya untuk duduk bersama mereka.

Itu terutama dalam rangka mencari solusi atas kelangkaan pupuk yang dialami petani. Semua petani menurut dia, siap bekerja namun terbelit dengan persoalan kelangkaan pupuk dan kapasitas pengetahuan dalam mengolah lahan pertanian.

“Karena itu harapan hidup kami, tetapi ketika pupuk yang menjadi harapan kami tidak ada maka hidup kami hancur,” kata Anus.

Anus juga berharap agar SGI bisa membuat jadwal kunjungan kerja kepada semua kelompok tani di Mangggarai.

Ia yakin semua petani akan bahagia bila berdiskusi tentang pertanian. Petani, kata dia, membutuhkan pengetahuan dan solusi dari masalah-masalah yang dihadapi.

“Salam kami untuk pimpinan lembaga ini semoga diberkati di dalam hidupnya,” ucap Anus.

Sekilas tentang SGI

Utusan dari SGI yang lain Cen Bos menjelaskan, sekitar 85% masyarakat Kabupaten Manggarai hidup bersandar pada sektor pertanian.

Sayangnya, pertumbuhan dan peningkatan mutu serta produktivitas di sektor pertanian setiap tahun malah menurun.

“Dibanding potensi dalam deret ukur kualitas tanah, perluasan lahan dan metode pertanian di era pertanian modern saat ini,” jelas Cen.

Ia menjelaskan, SGI merupakan lembaga kajian dan pengembangan sosial ekonomi, pendampingan, pemberdayaan masyarakat petani dan ekonomi lemah memiliki kewajiban moral secara kelembagaan untuk terus melakukan kegiatan peduli kemanusiaan.

SGI sendiri memiliki motto“Menjadi Berguna bagi Sesama dan Orang Lain”.

Motto ini bisa dimaknai bahwa“hidup tidak sampai pada batas selesai dengan urusan diri sendiri, namun menyelesaikan soal dalam sebuah kebersamaan menjadi sebuah tujuan dan konsekuensi makhluk sosial, dalam rangka menuju masyarakat yang sehat, sentosa, adil, dan makmur”.

“Merubah pencuri supaya tidak ada yang kecurian, merubah pengangguran supaya tidak ada yang tidak produktif. Berkaitan dengan motto SGI maka secara kontekstual SGI bercita-cita meningkatkan pendapatan para petani (pertumbuhan ekonomi) yang berdampak pada perbaikan dan perubahan taraf hidup dalam berbagai aspek kehidupan manusia Manggarai,” jelas Cen.

Penulis: Ardy Abba

Desa Bangka Lao Desa Pong Lao Kabupaten Manggarai Stefan Gandi Stefanus Gandi Stefanus Gandi Institut
Previous ArticleIni 10 Tempat Terbengkalai di Dunia, Namun Tetap Memesona
Next Article Stefanus Gandi Institut Beri Bantuan Pupuk Organik di Desa Bangka Lao

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.