Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jalan Sabuk Merah Putus, BPJN NTT Bangun Ruas Darurat
Regional NTT

Jalan Sabuk Merah Putus, BPJN NTT Bangun Ruas Darurat

By Redaksi25 Mei 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi ruas jalan Sabuk Merah di Kabupaten Belu putus akibat longsor (Foto: Marcel Manek)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Curah hujan yang tinggi di awal tahun yang melanda sebagian besar Kabupaten Belu, memicu terjadinya longsor di sejumlah ruas titik jalan Sabuk Merah.

Akibat longsor, beberapa titik jalan Sabuk Merah putus total dan tidak bisa dilintasi.

Jalan nasional yang putus tersebut menggangu akses trasnportasi masyarakat Belu berada di Desa Tohe Kecamatan Raihat, Kecamatan Lamaknen di Desa Mauhitas, Kewar, Duarato, Kecamatan Lamaknen Selatan di Desa Nualain.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional NTT, Agustinus Juknianto mengakui adanya kerusakan pada ruas jalan perbatasan, khususnya wilayah utara karena terjadi longsor beberapa waktu lalu.

“Saat ini sementara kami lakukan pemeliharaan agar dapat berfungsi lagi jalan yang putus itu. Kami juga sementara sudah  mengusulkan anggaran untuk penanganan khusus longsoran. Intinya BPJN NTT sudah ambil data unt kondisi yang longsor,” jelasnya saat dihubungi awak media melalui pesan WhatsApp, Selasa (24/05/2022).

Terpisah, PPK Jalan Nasional di wilayah 0erbatasan, Zukilfi menyampaikan bahwa khusus jalan putus total di Desa Mauhitas sedang dibangun ruas sementara.

Hal yang sama juga dilakukan di Kecamatan Raihat. Tujuannya supaya masyarakat bisa melintas karena penanganan permanen belum bisa dilakukan.

Zukilfi juga menyampaikan permohonan maaf baru bisa dilakukan penanganan sementra.  Karena untuk penanganan permanen untuk jalan putus di Desa Tohe Mauhitas saat ini sedang proses finalisasi desain untuk dintenderkan bulan Juli nanti.

Jalan putus di Nualain kecamatan Lamaknen Selatan juga baru penanganan sementara. Untuk mengantisipasi kecelakaan, kata Zukilfi, pihaknya memasang rambu dan safetyline.

“Tetapi hal itu tidak bisa lama-lama karena pasti dibuang warga,” katanya saat diwawancarai  awak media melalui pesan WhatsApp, Rabu  (22/05/2022).

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu
Previous ArticleKejari TTU Segera Jemput Paksa 3 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Alkes
Next Article Busana Tarian Caci dan Fashion Show [Paradoks Makna]

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.