Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Lurah Danga Dinilai Diskriminatif terhadap Etnik Rendu
KOMUNITAS

Lurah Danga Dinilai Diskriminatif terhadap Etnik Rendu

By Redaksi16 Juni 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para tokoh muda Rendu memberikan pernyataan usai diskusi publik di Malapoma, Rendu Butowe pada Senin (13/6/2022).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Lurah Danga, Yohanes Lado, dinilai bertindak diskriminatif terhadap etnik Rendu di Nagekeo.

Hal ini dinyatakan oleh sejumlah pemuda Rendu menyikapi aksi Lado menghentikan klinik hukum di Danga, Mbay pada Minggu (12/6/2022) lalu.

“Ada pernyataan masalah Rendu harus dibahas di Danga. Ini sangat diskriminatif. Kami ini bagian dari Nagekeo. Kalau waduk dibangun di Rendu kami berkontribusi,” tegas salah satu pemuda Danga, Adriyanto Weo di Malapoma, Rendu Butowe, Nagekeo kepada VoxNtt.com pada Senin (13/6/2022).

Tidak hanya itu, tindakan Yohanes Lado juga dinilai tidak mencerminkan posisi dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara. Yohanes Lado diduga melanggar hak masyarakat untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat.

“Tindakan dia tidak menunjukkan diri sebagai ASN tetapi dia seolah-olah preman yang mengatasnamakan diri sebagai lurah,” tandas pemuda lain, Kanis Tiba.

Para pemuda Rendu ini mendesak Bupati Nagekeo agar menindak bawahannya.

“Kami minta Bupati Nagekeo mengevaluasi sikap dan pernyataan Lurah Danga, mengambil langkah konkret bila perlu mencopot Lurah Danga,” imbuh tokoh muda lainnya, Kristi Minggu.

Oleh karenanya, Yohanes Lado diminta mengklarifikasi pernyataan-pernyataannya saat melarang dilanjutkannya klinik hukum.

Para pemuda Rendu ini pun berniat mengambil langkah hukum terhadap Lurah Danga, Yohanes Lado.

“Sebagai orang Rendu saya tersinggung. Tentu saja saya marah dan mungkin akan ambil langkah hukum,” tegas Kriti Garo yang juga mantan ketua Ikatan Mahasiswa Rendu (IKMAR) Kupang.

Menurutnya, Lurah Danga dengan pernyataannya seolah-olah ketika persoalan waduk dibahas di Danga maka akan terjadi permusuhan antara warga  warga Rendu dan Ndora.

Perlu diketahui, Lurah Danga, Yohanes Lado datang ke lokasi kegiatan dan melarang klinik hukum dilanjutkan.

“Kegiatan ini lapor saya kapan? Kasih itu mic ke sini, saya Lurah Danga, saya punya kompetensi di sini. Kau undang orang dari luar yang bukan masyarakat Danga. Tidak ada urusan saya dengan waduk itu,” ujar Yohanes saat itu.

Ia pun meminta agar membubarkan dan menghentikan kegiatan klinik hukum.

Yohanes bahkan mengancam akan menelepon polisi sembari menyampaikan ia adalah bagian dari pemerintah di lokasi itu.

“Saya tidak pernah diinformasikan. Saya minta buat warga Rendu dengan hormat meninggalkan wilayah ini, dari pada orang Danga datang ribut di sini,” tegasnya.

Sementara itu, terhadap sikap para pemuda Rendu tersebut, Yohanes Lado yang dihubungi VoxNtt.com melaluo telepon mengatakan tidak ingin berkomentar.

“Itu haknya mereka ko. Saya tidak bisa tanggapi. Kecuali kalau saya ada masalah dengan mereka,” terangnya.

Tidak hanya itu, Yohanes juga membantah bahwa bukan dirinya yang membubarkan kegiatan klinik hukum tersebut.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Nagekeo Waduk Lambo
Previous ArticleProdi Peternakan Unika Ruteng Rayakan Dies Natalis Pertama
Next Article Manggarai Lepas 9 Calon Haji ke Mekkah, Sekda: Sucikan Diri Ikuti Teladan Nabi Muhamad

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

Dapur MBG Gako Dihentikan karena Berdiri di Atas Tanah yang Telah Diserahkan ke Pemda

3 Maret 2026

Sengketa Tanah SMPN 2 Gako Nagekeo Berakhir Damai, Dua Keluarga Serahkan Lahan ke Pemda

26 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.