Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Kenaikan Tarif Masuk TNK Dinilai Tidak Bijak
Ekbis

Kenaikan Tarif Masuk TNK Dinilai Tidak Bijak

By Redaksi2 Agustus 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes Y. Nembo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Pembina Koperasi Yellow Partai Golongan Karya (Golkar) Yohanes Y. Nembo menyampaikan pandangannya terhadap kebijakan kenaikan tarif wisata ke Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Yohanes, kebijakan tersebut  kurang bijak karena meninggalkan sejumlah tanda tanya bagi masyarakat Manggarai Barat dan Indonesia pada umumnya.

Adapun sejumlah tanda tanya yang dimaksudkan Yohanes yakni terkait dengan hasil studi tentang pemberlakuan kebijakan tarif yang lama dan potensi keuntungan masyarakat dari pemberlakuan tarif yang baru.

“Sejak awal harus ada studi, berapa masyarakat lokal memperoleh rezeki dari tarif yang lama (Rp150.000) dan apakah ada dampaknya bagi mereka dengan tarif yang baru (3, 75 juta)? Berapa yang bisa mereka dapatkan?” tanya Yohanes.

Yohanes sendiri setuju dengan agenda pemerintah untuk memperhatikan serta memperhitungkan kelangsungan hidup Komodo, terumbu karang dan menciptakan segmentasi pasar.

Namun, menaikan tarif masuk secara mendadak di tiga destinasi dengan lompatan lebih dari 2,460% dari tarif semula merupakan kebijakan yang kurang bijak.

“Bahwa segmentasi pasar perlu tapi kenaikan tarif hendaknya dilakukan secara gradual misalnya tahap pertama naik 250% jangka waktu 6 bulan, tahap dua 500%, jangka waktu 6 bulan, lalu persentase kenaikan di tahun kedua itu berapa,” jelasnya.

Ia pun mengharapkan agar pemerintah lebih teliti dan jeli serta bisa mempertimbangkan dengan matang tentang kebijakan kenaikan tarif ke TNK agar tidak ada pihak yang dirugikan sebagai dampak dari kebijakan yang tidak bijak.

“Pemerintah mesti bijak dalam penerapan tarif menuju TNK dengan menyelenggarakan diskusi yang melibatkan semua elemen masyarakat. Dengan demikian, itu bisa menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengakomodir semua aspirasi seputar pro kontra pemberlakuan tarif baru menuju tiga destinasi itu,” tutupnya.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Komodo Mabar Taman Nasional Komodo Yohanes Y. Nembo
Previous ArticleOSIS SMP St. Stefanus Ketang Gelar Sosialisasi Anti-Perundungan dan Tata Tertib Berlalu Lintas
Next Article BKH Desak Kapolri Bebaskan Aktivis di Labuan Bajo yang Ditahan Polisi

Related Posts

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026
Terkini

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.