Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Stefanus Gandi Dorong Anak Muda Jadi Petani
Regional NTT

Stefanus Gandi Dorong Anak Muda Jadi Petani

By Redaksi22 Agustus 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Calon anggota DPR RI Stefanus Gandi saat ikut bekerja bersama mahasiswa KKN Undana Kupang di lahan pertanian Bridge Academy Nagekeo yang berlokasi di Desa Totomala, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Senin (22/08/2022).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Bakal Calon Anggota DPR RI Stefanus Gandi mendorong anak muda untuk serius menggarap sektor pertanian.

Menurut dia, minat generasi muda menurun dalam pertanian disebabkan beberapa faktor. Ada yang menyebut sektor pertanian identik dengan dunia kotor, kumuh, miskin, dan komunitas yang terpinggirkan. Ada pula yang menganggap sektor pertanian tidak menjanjikan.

Padahal pertanian berpengaruh besar dalam menunjang ketahanan pangan, stabilitas nasional, serta sektor yang menjanjikan.

“Generasi muda diharapkan lebih berminat untuk menjadi petani,” kata Stefanus saat berdiskusi dengan sejumlah mahasiswa KKN Undana Kupang dan siswa praktik SMKN 1 Borong Manggarai Timur di lahan pertanian Bridge Academy Nagekeo yang berlokasi di Desa Totomala, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Senin (22/08/2022).

Calon anggota DPR RI Stefanus Gandi pose bersama mahasiswa KKN Undana Kupang di lahan pertanian Bridge Academy Nagekeo yang berlokasi di Desa Totomala, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Senin (22/08/2022).

Ia mengatakan, para mahasiswa yang mengambil jurusan pertanian adalah pilihan tepat. Sebab bonus demografi saat ini hampir 60 persen dan hampir 70 persen masyarakat berprofesi sebagai petani.

“Ketika ada anak-anak muda berani mengambil jurusan pertanian seperti ini, maka tentu ini menjadi kekuatan,” kata Direktur Stefanus Gandi Institut itu.

Karena itu, Stefanus mengharapkan agar para mahasiswa pertanian setelah tamat harus mampu memberdayakan petani dengan ilmu yang telah dipelajari di kampus.

Sebab, lanjut dia, kondisi pertanian hari ini tentu saja membutuhkan sebuah konsep yang menyeluruh. Saat ini sistem pertanian mengalami perubahan sebagai dampak kemajuan teknologi dan meningkatnya pengetahuan manusia. Sistem pertanian berkembang dari primitif,  tradisional, hingga ke modern.

“Saat ini adik-adik sekalian tentu membutuhkan strategi untuk memodernisasi sektor pertanian dari pertanian tradisional menuju pertanian berbasis teknologi maju/modern. Untuk mendapatkan konsep ini tentu harus belajar dengan orang yang belajar khusus,” jelas Stefanus.

Senada dengan Stefanus, pendiri laboratorium pertanian Bridge Academy Nagekeo Kasianus Sebo mengatakan, petani adalah sebuah profesi bebas dan jarang mendapatkan pertentangan di masyarakat.

Petani juga bisa merangkap profesi dan tidak dilarang dalam aturan lembaga manapun. Sebut saja misalnya, seorang PNS tentu bisa merangkap sebagai petani. Seorang politisi juga bisa merangkap sebagai petani.

Berbanding terbalik, misalnya, PNS merangkap sebagai politisi. Sebab, dua profesi ini tidak bisa dijalankan bersamaan karena terikat dengan aturan atau dilarang Undang-undang.

“Menjadi petani tidak dipertentangkan oleh seluruh lembaga. Mau advokat, PNS dan jadi petani juga tidak ada yang permasalahkan,” ujar Kasianus saat berdiskusi dengan Stefanus Gandi dan para mahasiswa KKN.

Ia menambahkan, Bridge Academy Nagekeo merupakan lembaga pelatihan yang menyasar kaum milenial dan didirikan pada Mei tahun 2020 lalu.

Lembaga ini berusaha menjembatani kaum muda milenial dengan kebutuhan pasar hortikultura di Kabupaten Nagekeo dan Flores umumnya.

Dengan menggunakan pola alih pengetahuan dan keterampilan yang memadukan sekolah lapangan terpusat dan pengolahan lahan sendiri, Bridge Academy Nagekeo menciptakan multiplier effect atau dampak berganda bagi kelompok binaannya, sekaligus memberikan inspirasi kepada masyarakat sekitarnya.

“Setelah magang dari sini, pemerintah membantu anak-anak misalnya berupa pemberian traktor. Hingga kini sudah melatih 50-an anak muda, remaja putus sekolah. Lembaga ini untuk melatih kaum milenial. Saya ingin mengembalikan anak-anak muda untuk bertani. Sakarang anak-anak muda jarang punya niat untuk bertani. Mereka kuliah hanya ingin jadi PNS,” kata Kasianus. [*]

Bridge Academy Nagekeo Stefan Gandi Stefanus Gandi Stefanus Gandi Institut
Previous ArticlePemerintah Jepang dan PATRIA Dukung Wisata Hijau untuk Indonesia
Next Article Dandim 1612 Manggarai Bawa Materi Wawasan Kebangsaan di SMAK Arnoldus Mukun

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.