Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Antusias Guru-guru Ikut Pelatihan Pengajaran Berbasis Bahasa Ibu
VOX GURU

Antusias Guru-guru Ikut Pelatihan Pengajaran Berbasis Bahasa Ibu

By Redaksi11 November 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Antusias Guru-guru Ikut Pelatihan Pengajaran Berbasis Bahasa Ibu
Para peserta, pemateri dan panitia foto bersama usai penutupan kegiatan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Puluhan Guru Penggerak sekolah dasar dari Manggarai Raya sangat antusias mengikuti Program Pelatihan Pembelajaran Berbasis Bahasa Ibu yang digelar di Hotel Sotis Kupang.

Kegiatan ini merupakan Program Balai Guru Penggerak Provinsi NTT bekerja sama dengan Inovasi.

Salah satu guru, Damasus P. K.  Turut yang berasal dari SDK Coal Manggarai Barat,  mengaku sangat senang.

“Hal baru kami dapatkan soal keterampilan soal guru mengelola kelas. Dalam hal pembelajaran. Secara khusus mengantar anak menjadi lebih baik,” ujar Damasus, Kamis (10/11/2022) malam.

Menurut Damasus, ada hal-hal dasar yang selama ini belum diketahui.

“Keterampilan lisan baru kami sadari menjadi hal dasar. Mengingat di daerah kami sebagian besar anak-anak tidak ada TK dan PAUD,” jelasnya.

Kata dia, salah satu materi dalam kegiatan itu adalah membuat buku untuk membantu anak.

Antusias Guru-guru Ikut Pelatihan Pengajaran Berbasis Bahasa Ibu
Feiny Sentosa, Deputy Director – Learning, INOVASI  saat menyampaikan sambutan di acara penutupan

“Ini yang akan memacu kami untuk berkreasi dengan siswa. Setelah kembali fokus ke sekolah dulu baru ke komunitas yang lebih luas,”  imbuhnya.

Sementara itu, salah satu guru dari Kabupaten Manggarai Petrus mengatakan, pelatihan semacam ini sudah sering dilakukan.

“Ilmu guru semakin bertambah. Saya mengusulkan untuk tolong perhatikan guru honorer. Kami bangga dengan materi ini. Mohon untuk dilatih juga untuk guru-guru di kabupaten kami,” pujinya.

Senada dengan Damasus dan Petrus,  Adrianus Maxi Guru SD Lengko Tanah, Kabupaten Manggarai Timur menyebut bahwa dalam dunia pendidikan ada kolaborasi bahasa.

“Kami bersyukur karena ada  strategi baru dalam metode pembelajaran. Kami akan selalu berusaha untuk kolaborasi berbagi ilmu yang kami dapatkan di tempat ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Deputy Director – Learning Inovasi, Feiny Sentosa, mengatakan akan dilakukan pengembangan buku.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua pihak. Saya apresiasi bagi peserta yang semangatnya sangat tinggi. NTT tambang emas untuk pembelajaran menggunakan Bahasa Ibu,” ujarnya.

Menurutnya ada sebanyak 72 bahasa daerah NTT.

“Kementerian membutuhkan contoh untuk inspirasi bagi daerah lain. Satu satunya provinsi sebagai pilot project Bahasa Ibu adalah NTT. Pelatihan saja tidak cukup untuk buat perubahan. Perlu dibagikan dan diterapkan di kelas,” tegasnya.

Sebelum menutup kegiatan, Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) NTT, Wirman Kasmayadi, berharap agar peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat selama pelatihan.

“Apa yang sudah dapat di sini sampaikan dan latih untuk komunitas di sekolah. Kami akan bekali surat. Bagaimana bapa ibu berkiprah itu yang utama. Kita mendorong bagaimana komunitas di sekolah itu kuat. Pastikan komunitas belajar di sekolah itu kuat. Apa yang kita lakukan ini sangat bermanfaat. Dengan waktu yang singkat ini kita berharap nada hasilnya,” tutupnya.

Diketahui, kegiatan Pelatihan Pembelajaran Berbasis Bahasa Ibudigelar di Kupang sejak 7 hingga 11 November.

Semua peserta adalah kelompok Guru Penggerak dari tiga kabupaten yakni Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Inovasi Kota Kupang Program INOVASI Sumba
Previous ArticlePorprov NTT 2022 Diikuti 22 Kabupaten dan Kota
Next Article Aliansi Pemuda Kota Kupang Dukung Kegiatan G-20 di Bali

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026

SPPG Oebobo TDM Tidak Beroperasi Sementara, Pengelola Sebut Kendala Pengadaan Bahan Baku

9 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.