Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Mau Menangis ke Siapa? Petani Garam di Reok Gagal Panen
Regional NTT

Mau Menangis ke Siapa? Petani Garam di Reok Gagal Panen

By Redaksi10 Desember 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mau Menangis ke Siapa? Petani Garam di Reok Gagal Panen
Salah satu petani garam di Reo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Nasib sedih dan tak menentu dirasakan petani garam di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, selama tahun 2022 ini. Anomali iklim serta kondisi alam yang buruk membuat petani garam di wilayah itu gagal panen.

Mereka seakan ingin berhenti sementara menggarap lahan. Pasalnya, ratusan hektare lahan garam milik warga setempat gagal panen akibat diterjang banjir rob.

Tak hanya itu, kepedulian pemerintah setempat berupa bantuan juga nyaris tak pernah dirasakan oleh petani garam.

Indra Abas, petani garam di Kecamatan Reok merasa terpukul dengan kondisi yang dirasakannya saat ini. Ia mengaku, beberapa hektare lahan pribadi yang digarapnya sudah tak menghasilkan garam. Ingin berhenti menggarapnya.

“Tiap hari saya tarik pakai centong. Tapi yang keluar lumpur, bukan garam. Saya sangat sedih dengan kondisi ini. Mau menangis ke siapa. Pemerintah pun seakan tak peduli, mereka hanya peduli petani sorgum meluluh,” ujar Indra.

Banjir rob yang terjadi, kata dia, merusak semua sistem perairan garam hingga rentan cair, sehingga panen tahun ini gagal total.

Lebih lanjut ia mengaku, hasil panen tahun ini sangat tidak sesuai dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun sebelumnya, sebut dia, lahan garam yang ia garap bisa menghasilkan 700 sampai 800 karung sekali panen. Tetapi sekarang turun drastis ke 100 karung. Bahkan ada petani lain yang menghasilkan 10 sampai 15 karung saja.

“Sedih sekali. Mau menangis dengan siapa. Tumpuan hidup kami hanya berharap pada hasil garam ini,” ujarnya lagi.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Manggarai segera memperhatikan kondisi ini karena pasokan garam makin berkurang pascapetaninya mengalami gagal panen.

Sementara terkait harga pasaran garam, Indra bilang tahun sebelumnya berkisar Rp70.000 sampai Rp80.000 per karung. Bahkan sekarang sudah naik sebesar Rp200.000.

Namun sayangnya, harga garam yang cukup menguntungkan bagi petani tak didukung dengan kondisi yang ada.

“Jadi seputar itu masalahnya. Selain banjir rob, perhatian pemerintah untuk petani garam juga nihil. Kami tidak pernah dapat apa-apa dari pemerintah. Dulu memang ada pegawai dinas yang sering kunjung ke sini, tapi sekarang tidak ada lagi,” tandas Indra.

Sekali lagi ia berharap kepada pemerintah agar cepat memperhatikan kondisi ini jika ingin produksi dan pasokan garam untuk Kabupaten Manggarai tak berkurang.

Senada dengan Indra, salah satu petani garam di Kecamatan Reok, Hamid juga merasakan kegagalan panen tahun ini.

Dari 46 hektare yang ada, Hamid hanya bisa memetik hasil dari 20 hektare. Hal tersebut juga karena faktor cuaca hujan dan naiknya banjir air laut ke lahan yang digarapnya hingga membuat kadar garam mencair.

“Kami memang gagal panen tahun ini. Hasilnya sangat sedikit. Mudah-mudahan ada perhatian pemerintah untuk mencari solusi mengatasi banjir rob,” ungkap Hamid.

KR: Berto Davids
Editor: Ardy Abba

Kecamatan Reok Manggarai Reo
Previous ArticleMenuju Pilkada Manggarai 2024, DPC PKB Manggarai Panaskan Mesin Partai, Siapa yang Bakal Diusung?
Next Article Parpol dan Hasrat Memiliki Anggota DPR/DPRD

Related Posts

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.