Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Ferdinandus Riu, PMI asal NTT Meninggal karena Penyakit Limfoma
Human Trafficking NTT

Ferdinandus Riu, PMI asal NTT Meninggal karena Penyakit Limfoma

By Redaksi8 September 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jenazah Ferdinandus Riu (59) saat dikirim ke Bandara El Tari Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Jenazah Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) terus berdatangan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data menunjukan, pada tahun 2023 ini sudah ada 102 jenazah PMI yang dikirim ke NTT.

Salah satu di antara jenazah tersebut adalah Ferdinandus Riu (59). Dia berasal dari Dusun Sesurai, Desa Babotin Selatan, Kecamatan Botin Laobele, Kabupaten Malaka, NTT.

Ferdinandus adalah PMI yang selama ini mengais rezeki di Negeri Jiran, Malaysia. Ia pun meninggal di UPTD RSUD dr. Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara.

Dalam surat keterangan dari dr. Darwin Firmansyah Siregar, Sp.B, yang menanganinya selama di rumah sakit tersebut, Ferdinandus meninggal karena menderita Limfoma atau kanker kelenjar getah bening. Diketahui, penyakit ini merupakan kanker darah yang bisa menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Surat keterangan dari dr. Darwin Firmansyah Siregar, Sp.B

“Berdasarkan hasil pemeriksaan benar nama tersebut didiagnosa sakit susp.Limfoma dan diperbolehkan malakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang,” demikian cuplikan isi surat keterangan dari dr. Darwin Firmansyah Siregar, Sp.B,yang salinannya diterima awak media, Kamis (07/09/2023).

Penjabat Gubernur NTT Dapat Kado Satu Peti Jenazah PMI

Sebelumnya dikabarkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian resmi melantik Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake di Sasana Bakti Praja – Lantai 3 Gedung C Kemendagri, Selasa (5/9/2023) pagi.

Setelah dilantik, Sekretaris Menko Marinvest (Marine Investment) itu mendapatkan kado istimewa yakni sebuah peti jenazah PMI asal NTT dari Malaysia.

“Sejak dilantik menjadi Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake mendapatkan kado istimewa jenazah PMI dari Malaysia yang meninggal di Medan dan akan tiba bersamaan dengan Penjabat Gubernur di Kupang,” kata Ketua Dewan Pembina Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia, Gabriel Goa, dalam keterangan tertulis yang diterima VoxNtt.com, Kamis (07/09/2023).

TKI yang meninggal tersebut atas nama Ferdinandus Riu (59). Dia berasal dari Dusun Sesurai, Desa Babotin Selatan, Kecamatan Botin Laobele, Kabupaten Malaka, NTT.

Pengiriman peti jenazah tersebut menambah deretan kisah kematian PMI asal NTT di luar negeri. Data menunjukkan, pada tahun 2023 ini sudah ada 102 jenazah PMI yang dikirim ke NTT.

“Untuk Penjabat Gubernur NTT dan semoga bisa mampir di Pelayanan Kargo El Tari untuk menerima jenazah PMI asal Malaka bersama keluarga,” ucap Gabriel.

Ia pun mengingatkan Penjabat Gubernur bahwa NTT merupakan provinsi darurat human trafficking. Karena itu, sebagai Penjabat Gubernur, Gabriel meminta Ayodhia Kalake agar ada program prioritas emergency.

Pertama, memperkuat gugus tugas pencegahan dan penanganan TPPO.

Kedua, melakukan kampanye Gerakan Masyarakat Anti Human Trafficking dan Migrasi Aman (GEMA HATI MIA).

Ketiga, mengoptimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk Calon Pekerja Migran Indonesia asal NTT.

Keempat, mengawal pendirian RUMAH ASA FLOBAMORA untuk pendampingan psikologis korban TPPO, pelayanan rohani, pelayanan Kesehatan, pendampingan program integrasi dan reintegrasi serta pendampingan hukum mulai dari Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan.

Kelima, harus ada bank data Pekerja Migran Indonesia dan pendampingan Pekerja Migran Indonesia asal NTT mulai prapenempatan, penempatan dan purnapenempatan.

Keenam, mendukung dan mengawal advokasi kebijakan publik pencegahan dan penanganan human trafficking melalui Perda, Pergub/Perbup/Perwalkot dan Perdes di Provinsi dan 22 kabupaten/kota di NTT.

Penulis: Ardy Abba

Human Trafficking
Previous ArticleTak Ada Keluarga, Jenazah PMI asal NTT Tertahan di Rumah Sakit Malaysia selama Satu Bulan
Next Article Waria di Manggarai Wajib Dapat Pemenuhan Hak Tanpa Diskriminatif, Wakil Bupati Buka Jalan

Related Posts

Kementerian HAM Gandeng Lembaga Vokasi di Sumba Cegah Perdagangan Orang

7 Juli 2026

Kementerian HAM dan KPAI Edukasi 200 Pelajar Sumba untuk Cegah TPPO dan Kekerasan Seksual

6 Juli 2026

Kementerian HAM Perkuat Sinergi Cegah TPPO dan TPKS, Dorong Sumba Jadi Pilot Program Nasional

4 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.