Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Terjerumus dalam Overthinking
Gagasan

Terjerumus dalam Overthinking

By Redaksi3 Maret 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Marcelina Gracia Titirloloby

Siswi Kelas XII IPA SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo

Tak bisa dipungkiri bahwa remaja pada umumnya terikat dengan kata “overthinking”. Lewat pikir atau overthinking merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut kecenderungan seseorang yang berpikir secara berlebihan.

Masalah yang datang kadang membuat seseorang terjerumus dalam pikiran yang bisa dikatakan dengan cemas, dan bingung.

Perlombaan pikiran tersebut akhirnya membuat remaja pada umunya itu lelah baik fisik maupun batin.

Dikutip dari (RRI.co.id) Dampak overthinking berkepanjangan pada kesehatan mental salah satunya adalah memicu kecemasan dan depresi.

Sebab, Overthinking dapat memengaruhi cara seseorang dalam menjalani dan berinteraksi dengan dunia di sekitarnya.

Remaja sering mengulur-ulur waktu dengan memikirkan sesuatu yang akan memunculkan pertanyaan-pertanyaan seperti salah satunya: “kenapa bisa seperti ini?”.

Berdasarkan hal tersebut remaja harus bisa membedakan mana yang seharusnya mereka pertimbangkan dengan apa yang seharusnya mereka pikirkan.

Dikutip dari (Siloam Hospitals) penyebab overthinking salah satunya adalah rasa takut yang membuat keputusan yang salah atau mengecewakan orang lain dapat mendorong seseorang untuk terus menganalisis dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan.

Jika dilihat lebih dalam dengan pandangan lain maka, remaja sekitaran umur 17-19an adalah remaja yang produktif. Mengapa remaja yang produktif?.

Remaja yang produktif biasanya menghabiskan waktu dengan banyak hal mulai dengan belajar, membuat schedule, membangun komunikasi dengan orang sekitar dan masih banyak lagi.

Sehingga remaja yang tadinya “masih” terjerumus dalam overthinking, dapat  mengubah mindset bahwa orientasi pemikiran mengarah ke masa depan.

Namun, masih ada remaja yang terjerumus dalam pikiran yang berlebihan atau overthinking. Maka dari itu Adapun beberapa solusi yang sekiranya dapat membantu remaja.

Dilansir dari (Siloam Hospitals), adapun kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan untuk merealisasikan seperti; meditasi, yoga,membaca ataupun menulis.

Teknik-teknik ini dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan karena overthinking.

Dengan hal tersebut para remaja akan Kembali, dan tidak lagi  mengulur-ulur waktu yang mereka punya, sehingga kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat menambah produktivitas seseorang.

Marcelina Gracia Titirloloby
Previous ArticleBPOLBF Bahas Usulan Program Pelatihan Seni Pertunjukan dengan Kemenparekraf RI
Next Article Berikut Caleg DPRD yang Lolos dari Daerah Pemilihan III Manggarai Barat

Related Posts

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Bahasa Kasih Pascagempa Flores

23 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.