Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Pelajar SMK Pelayaran Kupang Diduga Dipindahkan ke SMA PGRI Kuanino
Pendidikan NTT

Pelajar SMK Pelayaran Kupang Diduga Dipindahkan ke SMA PGRI Kuanino

By Redaksi20 Juli 20243 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pembina Yapeltra Marindo Kupang Jefry Antony dan kuasa hukumnya Ebsan saat mendatangi Kejati NTT
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Pembina Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Marindo Kupang Jefry Antoni mengaku kecewa lantaran pelajar yang mengenyam pendidikan  di SMK Pelayaran Kupang telah dialihkan ke SMA PGRI di Kuanino Kupang oleh kepala sekolah.

“Tolong bantuannya untuk dapat terus menyampaikan kepada masyarakat terutama agar dapat diketahui orangtua yang sudah menyekolahkan anaknya di SMK Pelayaran dengan harapan yang tinggi terhadap masa depan anak mereka,” kata Jefry, Jumat (19/7/2024) petang.

Menurutnya, saat ini anak-anak  dipindahkan secara sepihak ke sekolah yang belum memiliki izin operasional.

“Terlalu berani mereka mempertaruhkan masa depan anak demi keserakahan pribadi. Tolong sebarkan untuk orangtua yang anaknya saat ini terdaftar di SMK Pelayaran Lasiana tetapi beraktivitas belajar di SMA PGRI Koenino, silakan datang ke sekolah SMK Pelayaran Lasiana ini demi masa depan anak-anak,” tukasnya.

Kabid SDM Sekolah Menengah Dinas P dan K NTT, Ayub Sanam sebelumnya mengapresiasi yayasan yang sudah mengantarkan surat pemberitahuan pemecatan kepala aekolah.

“Seharusnya langkah ini sudah diambil sejak awal awal masalah,” tegas Ayub.

Ia bilang, “Soal ganti kepala sekolah  di sekolah swasta itu adalah wewenang yayasan bukan kami.”

Menurut Ayub,  dalam kasus ini yayasan yang memiliki wewenang penuh.

Kepala SMK Pelayaran Jesica Sodakain tidak merespons ketika dikonfirmasi VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya diberitakan, polemik di SMK Pelayaran Kupang berbuntut panjang. Pada Selasa, 16 Juli 2024 siang, Pembina Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Marindo Kupang sebagai Yayasan Pendiri SMK itu melaporkan dugaan tindakan pidana korupsi ke Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT).

Pembina Yapeltra Marindo Kupang, Jefry Antony ditemani kuasa hukumnya, Ebsan Kafelkai mendatangi Kejati NTT untuk melaporkan dugaan tindakan pidana korupsi.

Ebsan mengatakan, laporan itu terkait dugaan  pidana korupsi dari tahun 2022 dampai 2024.

“Semua dokumen dan data sekolah telah di bawah oleh pengurus lama, itulah kenapa kita minta supaya diperiksa oleh jaksa karena sejak tahun 2022 Mery Salow bukan lagi ketua pengurus Yapeltra Marindo Kupang,” kata Ebsan.

Ia bilang, “jika bukan pengurus kenapa dia (Mery Salow) selama sejak Tahun 2022 meminta bantuan kepada pemerintahan.”

Permintaan bantuan itu, kata Ebsan, pertama kali memakai Yayasan Marindo Kupang.

“Berikutnya dia pakai Yayasan Marine Voyage Foundation. Padahal dia tahu jika SMK Pelayaran itu berada di bawah Yayasan Marindo,” katanya.

Selain itu, Ebsan juga melaporkan terkait bantuan simulator kapal dan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Kita minta laporan ke Jaksa sebagai kepala sekolah dia bilang sudah sampaikan ke Mery Salow yang sebetulnya bukan lagi pengurus yayasan. Supaya laporan bisa jelas diperiksa,” jelasnya.

Selain ke Kejati NTT, Ebsan menyebut melayangkan laporan ke Polda NTT.

“Kita juga akan melaporkan ke Polda terkait pemalsuan surat. Karena mereka menggunakan nama Yayasan Marindo Kupang untuk bertindak sebagai pengurus,” ujarnya.

Kabid Pembinaan SDM Sekolah Menengah Dinas P dan K Provinsi NTT, Ayub Sanam mengatakan, persoalan ini adalah persoalan internal. Namun, jika merugikan siswa dinas akan turun tangan untuk menyelesaikannya.

Penulis: Ronis Natom

SMK Pelayaran Kupang Yayasan Marindo Kupang
Previous ArticlePasangan Edi-Weng Sukses Bangun 13 Jembatan Besar selama Tiga Tahun Terakhir
Next Article PKS Resmi Usung Edi-Weng di Pilkada Manggarai Barat

Related Posts

Peringati Hari Anak Nasional, Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan

28 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.