Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Program TNI Manunggal Membangun Air Bersih 2024 Atasi Dampak Kekeringan di NTT
Regional NTT

Program TNI Manunggal Membangun Air Bersih 2024 Atasi Dampak Kekeringan di NTT

By Redaksi7 Agustus 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Pelaksana BPBD Nagekeo Agustinus Pone, saat memberikan keterangan tentang pelaksanaan pembangunan sumur bor di Kantor BPBD Nagekeo, Rabu, 7 Desember 2024 (Foto: Patrianus Meo Djawa/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT – Program TNI Manunggal Membangun Air Bersih tahun 2024 menyasar daerah-daerah yang berpotensi dilanda bencana kekeringan, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Nagekeo Agustinus Pone, program ini berjalan atas kerjasama antara Mabes TNI dan BNPB yang dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU).

Program ini bertujuan untuk mengatasi bencana kekeringan dengan melakukan pengeboran sumur air guna mencukupi kebutuhan air warga dalam satu dusun.

Tahapan dan proses eksekusi program ini telah dimulai sejak Juni 2024. Seluruh Kepala Pelaksana BPBD se-Provinsi Nusa Tenggara Timur telah melakukan rapat koordinasi (rakor) di Kupang, ibu kota Provinsi NTT.

Dalam rakor tersebut, diputuskan beberapa syarat bagi setiap daerah untuk mendapatkan dana siap pakai guna mengatasi kelangkaan air minum.

Syarat tersebut dibagi dalam dua tahap yaitu tahapan proses pengajuan dan tahapan proses pelaksanaan.

Daerah harus mengeluarkan status siaga darurat kekeringan, laporan kejadian bencana kekeringan, pembentukan pos komando siaga kekeringan, pelaksanaan musyawarah desa bagi desa penerima manfaat, pernyataan siaga kekeringan dari Bupati, serta persyaratan lainnya.

Di Kabupaten Nagekeo, BPBD telah merekomendasikan 22 wilayah desa dan kelurahan yang tersebar di empat kecamatan yang rawan bencana kekeringan.

Namun, untuk tahap pertama yang akan dilaksanakan pada bulan September, Oktober, November, dan Desember mendatang, pengeboran sumur air akan dilaksanakan di tiga titik sembari menunggu hasil verifikasi dari BNPB.

“Untuk kepastian titik pengeboran, kita menunggu hasil verifikasi yang akan dilakukan pihak BNPB,” ujar Agustinus Pone. Alat geolistrik akan digunakan untuk menentukan lokasi air dengan bantuan jasa pihak ketiga,” jelas Agustinus.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Mabes TNI dan BNPB atas kebijakan tersebut.

Menurutnya, kegiatan penanggulangan bencana adalah urusan penthahelix atau urusan bersama antarinstansi.

Agustinus berkomitmen untuk menjalankan program ini dengan baik agar masyarakat dapat benar-benar memanfaatkannya.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Bpbd nagekeo Nagekeo
Previous ArticleWarga Lembor: Kami Ingin Edi-Weng Kembali Pimpin Manggarai Barat
Next Article Di Balik Sosok Tegas Lukas Mbulang

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.