Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Telan Dana Rp15 Miliar, Gedung Perpustakaan Nagekeo Diresmikan
Regional NTT

Telan Dana Rp15 Miliar, Gedung Perpustakaan Nagekeo Diresmikan

By Redaksi7 Agustus 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Persekutuan masyarakat adat Suku Dhawe berpose usai melakukan ritual adat peresmian gedung Perpustakaan Nagekeo, Rabu, 7 Agustus 2024 (Foto: Patrianus Meo Djawa/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT – Gedung Perpustakaan Nagekeo yang mulai dibangun sejak tahun 2021 akhirnya diresmikan, Rabu (7/8/2024), setelah hampir tiga tahun proses pembangunan.

Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp15 miliar ini diresmikan melalui upacara adat Suku Dhawe, sebuah komunitas masyarakat adat yang berkontribusi menyerahkan tanah untuk pembangunan gedung tersebut.

Upacara peresmian ditandai dengan ritual penyembelihan seekor babi, sesuai tradisi Suku Dhawe. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Nagekeo Serilus Babo mengatakan, upacara adat ini menandakan bahwa gedung perpustakaan sudah siap digunakan.

“Mulai besok, kita akan segera memindahkan barang-barang dari kantor lama. Selanjutnya kita akan resmi berkantor di gedung ini,” ujar Serilus.

Menurut dia, pembangunan gedung ini terinspirasi oleh semangat Bupati Nagekeo terdahulu, dr. Johanes Don Bosco Do. Gedung ini diharapkan menjadi rumah peradaban dan laboratorium Sumber Daya Manusia (SDM), sebagai tindak lanjut dari kegiatan festival literasi Nagekeo.

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Asisten 1 Setda Nagekeo, Elias Tae, yang mewakili Penjabat Bupati Nagekeo. Juga hadir para pegawai Dinas Perpustakaan Nagekeo dan rekanan proyek.

Namun, Gaspar Laya, PPK pada proyek tersebut, tidak tampak di lokasi. Hanya Servasius Lera, konsultan pengawas, yang sempat hadir sebentar sebelum kembali menghilang saat ritual adat dimulai.

Bangunan gedung Perpustakaan Nagekeo yang baru diresmikan terpantau belum sepenuhnya rampung (Foto: Patrianus Meo Djawa/Vox NTT)

Meski sudah diresmikan, bangunan gedung Perpustakaan Nagekeo belum sepenuhnya rampung. Berdasarkan pantauan langsung, masih terdapat sejumlah item pekerjaan yang perlu segera dibenahi, seperti cat yang mulai memudar dan mengelupas, keretakan di beberapa bagian gedung, urugan di sekeliling bangunan, serta finishing yang terkesan asal jadi.

Ketua Persekutuan Masyarakat Adat Suku Dhawe, Lukas Mbulang menegaskan, Suku Dhawe secara tulus telah menyerahkan tanah kepada pemerintah untuk kepentingan umum.

Namun, dia mengingatkan bahwa jika pemerintah tidak memanfaatkan bangunan yang telah dibangun di atas tanah suku dengan baik, maka suku Dhawe tidak segan-segan akan mengambilnya kembali.

“Kami ti’i Mona wiki, Pati Mona lay. Kira Zi’a, tabe pawe,” ujar Lukas, yang berarti “Kami sudah memberi kami tidak mengambil kembali, namun kami memberi untuk dapat digunakan dengan baik.”

Peresmian ini menandai langkah baru bagi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah dalam upaya meningkatkan literasi dan pendidikan di Kabupaten Nagekeo.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Nagekeo Perpustakaan Daerah Nagekeo
Previous ArticleDi Balik Sosok Tegas Lukas Mbulang
Next Article Pesan Berharga Persahabatan: Kasimirus Dhoy Jadi Pejabat dan Gaspar Lepa sebagai Petani

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.