Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Figure»Marianus Waja: Wakil Bupati Nagekeo yang Rendah Hati dan Menjadi Teladan bagi Semua
Figure

Marianus Waja: Wakil Bupati Nagekeo yang Rendah Hati dan Menjadi Teladan bagi Semua

By Redaksi11 Agustus 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Momen saat Marianus Waja menjadi "bandar" sopi dalam sebuah acara di Kantor Bupati Nagekeo pada 8 Desember 2022 lalu. (Foto: Patrianus Meo Djawa/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT -Marianus Waja, wakil bupati Nagekeo periode 2018 – 2023, dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan ayah sejati bagi masyarakat setempat.

Karakter ini tercermin dalam berbagai momen selama masa jabatannya, termasuk pada sebuah perayaan pada 8 Desember 2022 lalu.

Dalam acara tersebut, Marianus Waja mengambil peran yang tidak biasa bagi seorang pejabat tinggi, yaitu menjadi “bandar” atau orang yang melayani tamu-tamu lainnya dengan menuangkan minuman arak jenis sopi, yang diolah dari hasil sadapan enau atau lontar.

Tindakan Marianus Waja ini seolah ingin menyampaikan pesan mendalam bahwa jabatan tinggi tidak ada artinya dibandingkan dengan kesamaan derajat dan nilai-nilai kemanusiaan serta budaya.

Meski menjabat sebagai wakil bupati, ia tidak ragu untuk melayani orang-orang di sekitarnya, memberikan sopi kepada siapa saja yang berada di dekatnya tanpa mempersoalkan status atau jabatannya.

Hal ini sangat tidak lazim, mengingat pejabat setingkat Marianus Waja biasanya dilayani, bukan melayani.

Kepribadian Marianus Waja yang rendah diri ini harus menjadi contoh bagi siapapun, terutama mereka yang memegang jabatan tinggi.

Sikapnya yang mengedepankan kesederhanaan dan kebersamaan menunjukkan bahwa seorang pemimpin sejati adalah mereka yang tidak hanya memerintah, tetapi juga melayani.

Sebagai kader Partai Gerindra, Marianus Waja kini bersiap untuk kembali mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Nagekeo untuk periode 2024 – 2029, mendampingi Dokter Yohanes Don Bosco Do.

Selama masa kepemimpinan mereka sebelumnya, keduanya dikenal tidak pernah terlibat dalam persoalan apapun dan lebih fokus pada pembangunan yang berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat.

Mereka memprioritaskan bidang infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, serta pengembangan pariwisata dan perikanan.

Sosok Marianus Waja tidak hanya menjadi inspirasi bagi masyarakat Nagekeo, tetapi juga bagi siapa saja yang percaya bahwa seorang pemimpin haruslah rendah hati dan selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Marianus Waja Nagekeo
Previous ArticleKekhawatiran Pasien RSUD Aeramo Meningkat Akibat Ketiadaan Dokter Spesialis, Rujukan ke Rumah Sakit Luar Daerah Diberlakukan
Next Article Komisi IX DPR RI Kunker ke Los Angeles, Lihat Langsung Pengelolaan Darah dan Industri Plasma

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

Dapur MBG Gako Dihentikan karena Berdiri di Atas Tanah yang Telah Diserahkan ke Pemda

3 Maret 2026

Sengketa Tanah SMPN 2 Gako Nagekeo Berakhir Damai, Dua Keluarga Serahkan Lahan ke Pemda

26 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.