Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Thomas Dohu Tanya Soal Pembangunan di Manggarai Tidak Merata, Hery Nabit: Tidaklah Adil Jika Dilihat Selama Dua atau Tiga Tahun Terakhir
Pilkada

Thomas Dohu Tanya Soal Pembangunan di Manggarai Tidak Merata, Hery Nabit: Tidaklah Adil Jika Dilihat Selama Dua atau Tiga Tahun Terakhir

By Redaksi30 Oktober 20244 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Debat pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Pilkada Manggarai tahun 2024 di Aula MCC Ruteng, Rabu 30 Oktober 2024 (Foto: Berto Davids/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Pasangan Yohanes  Halut dan Thomas Dohu (Yohan-Thomas), calon bupati dan calon wakil bupati Manggarai menilai pembangunan di Manggarai tidak merata selama kepemimpinan Herybertus Geradus Laju Nabit dan Heribertus Ngabut.

Dasar penilaian itu merujuk pada porsi pembangunan yang terkesan tidak adil di beberapa wilayah Kabupaten Manggarai, menurut data dan hasil pengamatan paket Yohan-Thomas.

Dalam kesempatan debat terbuka Paslon Pilkada Manggarai di Aula  MCC Ruteng, Rabu, 30 Oktober 2024, Thomas Dohu meminta tanggapan Hery Nabit atas kebijakan pembangunan di Kabupaten Manggarai yang terkesan adanya disparitas.

Menurut Thomas, sebuah pembangunan itu memiliki nilai-nilai dasar. Nilai itu perlu dikembangkan, salah satunya adalah aspek keadilan dan pemerataan.

Dari titik itu, Thomas menyebut adanya disparitas pembangunan di Manggarai, tidak merata antara satu wilayah dengan wilayah lain khususnya infrastruktur.

“Karena itu paslon nomor urut 3 mau mengetahui kira-kira kenapa sampai terjadinya disparitas, padahal tugas pemerintah harus ada pemerataan pembangunan di semua wilayah,” ujar Thomas dalam segmen kelima debat.

Menjawab pertanyaan itu, Hery Nabit yang bertindak sebagai paslon nomor urut 2 menjelaskan, pembangunan merupakan sebuah proses yang berjalan puluhan tahun.

Menurut Nabit, tidaklah adil jika pembangunan itu dilihat dari proses dua atau tiga tahun terakhir sebagai dasar pengklaiman ketidakmerataan.

Seharusnya, kata dia, melihat pembangunan itu harus pakai horizon panjang, melihat dari sepuluh atau lima belas tahun lalu.

Dalam sepuluh atau lima belas tahun lalu, kata Nabit, semua wajib melihat daerah mana yang sudah diperhatikan pada waktu itu. Rupanya masih banyak daerah yang belum sama sekali diperhatikan.

Maka dari itu, lanjut Nabit, keadilan itu menurutnya adalah daerah yang dulunya tidak diperhatikan hari ini harus diperhatikan. Sebab hanya dengan itu pemerataan akan terwujud.

“Kalau ada yang bilang hari ini dia tidak diperhatikan, sepuluh atau lima belas tahun lalu sudah diperhatikan. Lalu apa salahnya kalau kita membangun daerah lain untuk mengejar yang namanya pemerataan,” pungkas Nabit.

“Jadi hari ini kita mau bangun daerah yang sepuluh atau lima belas tahun lalu belum diperhatikan,” pungkasnya lagi.

Merespons penjelasan Nabit, Thomas Dohu kemudian menjelaskan maksud disparitas.

Ia menjelaskan, disparitas yang dimaksud dari sisi waktu, “wilayah mana saja yang merasakan kue pembangunan wajib mendapat itu.”

Sehingga bagi Yohan-Thomas sangat penting untuk membangun komunikasi kendati ada ketimpangan dalam pembangunan.

“Penting ada komunikasi kapan wilayah ini akan merasakan pembangunan, kapan ini akan dikerjakan, supaya tidak ada pertanyaan yang dijawab sendiri oleh masyarakat dan pada akhirnya masyarakat menilai lebih awal apa yang menjadi persepsi dia,” pungkas Thomas.

Karena itu, tambah dia, sangat penting bagi paslon nomor urut 3 untuk merespons dan melakukan komunikasi supaya bisa memberikan keyakinan kepada publik bahwa pembangunan itu bukan karena perbedaan kepentingan tetapi karena kecukupan.

Merespons itu, Hery Nabit berjanji bahwa dalam periode kedua pemerintahannya pasti akan terwujud soal pemerataan pembangunan. Daerah-daerah yang selama ini kurang diperhatikan akan diperhatikan lima tahun yang akan datang.

“Pasti pemerataan itu akan terwujud dalam periode kedua. Saya pikir begitu saja yang bisa saya respons,” ucap Nabit menutup segmen kelima.

Hery Nabit Tanpa Didampingi Calon Wakil

Untuk tahu saja calon bupati petahana Hery Nabit mengikuti debat tanpa didampingi calon wakilnya, Fabianus Abu.

Ketidakhadiran Fabianus Abu memantik komentar publik dengan beragam spekulasi.

Sempat beredar spekulasi bahwa Fabianus Abu dikabarkan pingsan. Adapula yang menyebut Fabianus Abu takut debat karena tidak bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

VoxNtt.com kemudian mengkonfirmasi spekulasi itu kepada Ketua KPU Manggarai Rikardus Jemi Pentor.

Pentor menjelaskan, ketidakhadiran Fabianus Abu dikarenakan jatuh sakit jelang pelaksanaan debat.

“Sebelum debat pak Fabianus Abu tiba-tiba sakit. Saat ini ia dalam penanganan dokter,” kata Pentor.

Pihaknya, lanjut Pentor, kemudian menerima pemberitahuan bahwa Fabianus Abu sedang dalam penanganan dokter sehingga diputuskan untuk tidak mengikuti debat.

“Jadi debatnya hanya Pak Hery sendiri, Pak Fabi tidak bisa hadir karena jatuh sakit, secara aturan tidak jadi soal kalau tidak didampingi calon wakil” jelas Pentor.

Penulis: Berto Davids

Hery Nabit Manggarai Pilkada Manggarai Pilkada Manggarai 2024 Thomas Dohu
Previous ArticleSukseskan Pilkada NTT 2024 Secara Adil dan Transparan
Next Article Satlantas Polres Manggarai Temukan Ratusan Pelanggaran Selama Operasi Zebra Tahun 2024, Apa Saja?

Related Posts

Keuskupan Ruteng Wanti-wanti Dampak Tambang Mangan PT SJA di Reok

4 Juli 2026

Camat Reok Cup III Siap Bergulir Pertengahan Juli

2 Juli 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.