Ruteng, Vox NTT – Konstelasi Pilkada serentak Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2024 telas usai.
Pasangan Herybertus Geradus Laju Nabit dan Fabianus Abu atau paket Hery-Fabi meraih suara terbanyak sekaligus ditetapkan sebagai calon bupati dan calon wakil bupati terpilih periode 2025-2030.
Perolehan suara pasangan calon yang populer dengan tagline “Tuntaskan” ini menembus angka 71.027, selisih agak jauh dengan rivalnya paket Maksi-Ronald yang memperoleh suara 51.700 dan Yohan-Thomas yang memperoleh suara 44.357
Kendati demikian, Demokrat tetap berpendapat bahwa masyarakat benar-benar ingin ganti bupati.
Hal tersebut digambarkan jika suara pemilih paket Maksi-Ronald dan Yohan-Thomas digabungkan.
“Yang pilih Maksi-Ronald kan otomatis tidak suka dengan Hery-Fabi, demikian yang pilih Yohan-Thomas pasti juga tidak suka dengan Hery-Fabi. Jika suara dua paslon ini gabung, maka jumlah masyarakat yang ingin ganti bupati masih banyak, bahkan melebihi suara Hery-Fabi. Kan begitu saja logikanya,” kata Wakil Ketua Bidang Kepemiluan Partai Demokrat Kabupaten Manggarai, Agus Kabur beberapa waktu lalu di kediamannya.
Ia menambahkan, beda konteksnya jika yang bertarung hanya dua paket saja, maka pilihan masyarakat hanya ada dua, yakni suka atau tidak suka, pilih kayu atau pilih batu.
Tetapi dalam konteks keseluruhan pilihan masyarakat terbagi ke dua paket, berarti logikanya masih banyak yang ingin ganti bupati.
Namun, Agus bilang ini hanya pendapat, masyarakat boleh saja berpendapat dengan logikanya sepanjang itu tidak dilarang.
Ia pun berterima kasih kepada partai demokrat dan beberapa partai pengusung lain yang telah menghormati pilihan rakyat terhadap pemimpin yang diberi kepercayaan 5 tahun ke depan, terlepas dari motivasi apa mereka memilih.
Selain itu, Agus juga berterima kasih kepada tim kerja Maksi-Ronald dengan harapan roh dan semangat kerja yang membara untuk 5 tahun ke depan.
Partai demokrat, kata Agus, merasa senang dan bangga telah menyalurkan dan memperjuangkan keinginan masyarakat untuk membawa solusi dengan mengajukan calon yang sesuai permasalahan di Manggarai, bahwa kemudian yang terpilih tidak sesuai itulah fakta lain dan logikanya sendiri.
Yang pasti roh dan semangat perbaikan tidak berhenti karena berbagai kerusakan dan tata kelola yang tak terbantahkan.
Agus menyebut, Demokrat akan tetap mengkawal praktek yang salah pada pemerintahan Hery-Fabi, apakah masih dilanjutkan atau tidak
Sebab, menurut dia, politik itu aktivitas tanpa mengenal kata akhir, kecuali kematian.
Penulis: Berto Davids

