Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Stunting Jadi Tantangan Serius di Cibal, Puskesmas Pagal Lakukan Berbagai Upaya Pencegahan
KESEHATAN

Stunting Jadi Tantangan Serius di Cibal, Puskesmas Pagal Lakukan Berbagai Upaya Pencegahan

By Redaksi12 Februari 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Puskesmas Pagal, Fabiola Belinda Kurniati Nengko saat diwawancarai media pada Minggu, 9 Februari 2025 (Foto: Dok. AJM)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Penyakit stunting terus menjadi masalah kesehatan yang mendalam di Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Hingga Februari 2025, tercatat 107 dari 1.510 balita di daerah ini menderita stunting, sebuah kondisi yang menunjukkan kurangnya pertumbuhan fisik yang optimal akibat kekurangan gizi.

Menurut Kepala Puskesmas Pagal, Fabiola Belinda Kurniati Nengko, masalah stunting disebabkan oleh berbagai faktor yang saling terkait, termasuk kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta pola asuh yang tidak memadai.

Salah satu penyebab utama adalah kondisi ibu hamil yang berisiko tinggi, seperti usia yang terlalu muda (di bawah 20 tahun), terlalu tua (di atas 35 tahun), atau jarak kelahiran yang terlalu dekat.

Fabiola menambahkan, penyakit tertentu yang dialami ibu hamil juga dapat berkontribusi pada terjadinya stunting pada anak.

Dalam upaya pencegahan, Puskesmas Pagal telah melaksanakan berbagai langkah, termasuk pemberian Makanan Tambahan (PMT), kunjungan rumah untuk balita dengan masalah gizi, serta kegiatan edukasi melalui kelas ibu hamil.

Fabiola menekankan, orangtua memiliki peran kunci dalam pencegahan stunting dengan memberikan makanan bergizi dan memantau perkembangan anak secara teratur.

“Penting untuk orangtua memahami bahwa makanan yang bergizi tidak harus mahal, namun bisa memanfaatkan pangan lokal yang kaya manfaat untuk kesehatan anak,” ujar Fabiola di sela-sela penyaluran bantuan stunting oleh Jurnalis Manggarai bersama Bank NTT Ruteng pada Hari Pers Nasional, 9 Februari 2025.

Ia berharap, dengan kesadaran dan kerja sama yang lebih baik antara orangtua dan petugas kesehatan, kasus stunting dapat diminimalisasi di masa depan, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan sehat dan optimal.

Penulis: Herry Mandela

Manggarai Puskesmas Pagal Stunting Stunting Manggarai
Previous ArticlePemprov NTT Terima Pemangkasan Dana Transfer Daerah Sebesar Rp184 Miliar Akibat Kebijakan Inpres Efisiensi Anggaran
Next Article Remaja 13 Tahun di Manggarai Barat Jadi Korban Penganiayaan, Terduga Pelaku Masih Belum Diamankan

Related Posts

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Stevi Harman Salurkan Bantuan ke 22 Kampung Terdampak Gempa di Reok dan Reok Barat

23 Agustus 2026

Lima Permintaan Warga Terdampak Gempa di Golo Conggo ke Wapres Gibran

23 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.