Mbay, VoxNTT.com – Satu unit mobil pikap tanpa nomor polisi mengalami insiden kebakaran pada Jumat, 11 Juli 2025. Mobil tersebut dikendarai oleh seorang pelajar yang masih berusia 18 tahun.
Kepolisian Sektor Boawae di Kabupaten Nagekeo tengah mendalami penyebab kebakaran.
“Dugaan sementara, penyebab kebakaran mengarah pada adanya kebocoran BBM Pertalite yang diangkut di kendaraan itu hingga merembes mengenai sumber panas pada mesin mobil,” ujar Kapolsek Boawae, Ipda Ferdi Minabelo.
Insiden kebakaran mobil pengangkut BBM Pertalite terjadi di Jalan Trans Flores sekitar Gereja Katolik St. Fransiskus Boawae.
Menurut polisi, kepulauan asap dari arah belakang mobil pertama kali terlihat oleh Vinsensius Deklofis Mere (16) seorang penumpang yang ikut dalam pengangkutan tersebut sekira pukul 09.39 Wita.
Dia duduk disamping Alberikus Meka (18) pengemudi mobil nahas itu, warga Kelurahan Natanage, Kecamatan Boawae yang masih berstatus pelajar.
Kendaraan tersebut dilaporkan sedang melaju dari arah Ende menuju Bajawa dengan muatan 90 liter BBM jenis Pertalite dalam tiga jeriken jumbo.
Dua menit kemudian, saksi melihat kobaran api muncul di antara kepulan asap, yang memaksa sopir menghentikan kendaraannya dan meminta pertolongan dari warga di sekitar lokasi kejadian
Namun, dengan peralatan seadanya upaya pemadaman api tak membuahkan hasil hingga mobil mengalami kerusakan berat akibat lalapan api.
Api baru benar-benar bisa dipadamkan 25 menit kemudian setelah disiram air oleh satu unit mobil pengangkut air keliling.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran ini. Kerugian atas kebakaran mobil pengangkut BBM Pertalite ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Saat ini, Polisi telah mendatangi TKP dan memasang garis polisi. Polisi juga telah mengevakuasi kendaraan yang terbakar itu untuk diamankan di Mapolsek Boawae demi penyelidikan lebih lanjut.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

