Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Manggarai Masih Alami Musim Kemarau, Warga Diimbau Waspada Potensi Kebakaran
Regional NTT

Manggarai Masih Alami Musim Kemarau, Warga Diimbau Waspada Potensi Kebakaran

By Redaksi7 September 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Wilayah Kabupaten Manggarai dan sekitarnya masih mengalami musim kemarau per 6 September 2025.

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa penyebab kemarau terjadi karena suhu muka laut masih berkisar 26 C – 29 C, memungkinkan terjadinya penguapan.

Kepala Stasiun Metereologi Frans Lega Ruteng, Decky Irmawan dalam keterangannya menjelaskan, kendati pada umumnya cuaca di Manggarai cerah berawan pihaknya tetap memberi peringatan dini kepada masyarakat agar waspada terhadap kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan.

“Waspada kebakaran yang tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di semua wilayah kecamatan,” ujar Decky, Minggu, 7 September 2025.

Karena itu pihaknya mengimbau masyarakat agar mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca sebagaimana dinyatakan dalam informasi peringatan dini.

Ia juga menerangkan, suhu udara berkisar 13.1°C — 26.2°C dengan kelembapan udara antara 39 persen — 91 % . Angin umumnya bertiup dari Timur — Selatan dengan kecepatan 0 — 11.

Massa udara basah terkonsentrasi lapisan ketinggian hingga 850 mb (1516 m).

BMKG memberikan peringatan dini agar warga waspada tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2.5 meter di Laut Sawu bagian utara.

“Memanfaatkan informasi cuaca untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian dalam pengurangan terhadap risiko bencana kekeringan,” ungkap Decky.

Warga Kecamatan Reok, Hilarius mengaku tidak cemas dengan prediksi BMKG itu, karena menurutnya peringatan tentang potensi kebakaran lebih berpeluang terjadi di hutan pegunungan.

Meski demikian ia mengaku tetap waspda terhadap prediksi itu.

“Kalau untuk Reok dalam kota kami mungkin tidak cemas dengan potensi kebakaran, awas yang hutan bagian pegunungan bisa-bisa terbakar kalau terlalu lama panas,” tutur Hilarius.

Di satu sisi Hilarius masih berpikir dengan tanaman padinya yang sudah lama dilanda kekeringan tanpa air.

Ia berharap hujan secepatnya turun untuk musim tanam berikut.

Selama ini Hilarius mengaku pada musim tanam kedua lahan sawahnya masih berharap pada air sungai yang mengalir melalui drainase, sementara air hujan sama sekali nihil.

“Kami berharap air sungai dari drainase, sambungnya pakai pipa besar menggunakan mesin. Meski tidak cukup stabil tetapi kami coba bertahan dengan kondisi ini,” ujar Hilarius berbicara dengan VoxNtt.com pada 7 September dini hari.

Penulis: Berto Davids

BMKG Kabupaten Manggarai Manggarai
Previous ArticleKasus Pemerkosaan Anak Usia 10 Tahun di Manggarai Timur, Polisi Sudah Kantongi Satu Nama Pelaku
Next Article Bupati Manggarai Barat Dorong Distribusi BBM ke Labuan Bajo Lewat Jalur Laut

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.