Borong, VoxNTT.com – Sebanyak 22 sekolah di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur, mendapatkan kucuran dana revitalisasi pendidikan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 dengan total nilai mencapai Rp43,242 miliar.
Bantuan ini dialokasikan untuk pembangunan dua unit Taman Kanak-Kanak/PAUD, sepuluh Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta sepuluh Sekolah Menengah Atas (SMA). Program revitalisasi ini telah memasuki tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan akan menyasar 12 kecamatan di wilayah Manggarai Timur.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Manggarai Timur, Winsensius Tala, menyampaikan bahwa revitalisasi ini merupakan langkah strategis pemerintah pusat dalam mendorong pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan di daerah.
“Pemerintah pusat telah menyalurkan anggaran untuk pembangunan dan revitalisasi sekolah di beberapa titik wilayah Manggarai Timur. Kami berharap program ini menjawab kebutuhan sarana pembelajaran yang lebih layak,” ujar Winsensius kepada wartawan pada Senin, 8 September 2025.
Winsensius merinci, bantuan tersebut mencakup pembangunan 2 sekolah TK/PAUD, 10 SD, 10 SMP, serta 1 unit Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Ia menekankan bahwa kehadiran fasilitas pendidikan yang layak sangat penting dalam memperkuat fondasi pendidikan dasar hingga menengah di daerah.
Menariknya, proses pembangunan tidak diserahkan kepada pihak ketiga, melainkan dilakukan secara swakelola. Setiap sekolah akan membentuk Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang bertugas mengelola langsung dana dan pelaksanaan pembangunan.
Pendekatan swakelola ini, menurut Winsensius, memberikan ruang partisipasi yang lebih besar bagi sekolah dan orang tua siswa dalam proses pengawasan dan kualitas pekerjaan.
“Kami mendorong agar P2SP bekerja secara transparan dan profesional. Kualitas hasil pembangunan menjadi hal utama, karena manfaatnya langsung dirasakan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat sekitar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh panitia agar menjaga mutu pembangunan demi keberlanjutan dan kenyamanan proses belajar-mengajar di masa depan.
“Kepada seluruh P2SP saya tegaskan kerja dengan baik, utamakan kualitas bangunan, ikuti petunjuk teknis, dan pastikan hasilnya benar-benar bermanfaat untuk anak-anak kita,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, menghadiri prosesi peletakan batu pertama pembangunan SMP Negeri 6 Borong yang berlokasi di Sok, Kecamatan Borong.
Pembangunan SMP tersebut merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Menengah Pertama yang digagas oleh Kemendikbud Ristek, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 4,233 miliar dari APBN 2025.
Dalam sambutannya, Wabup Tarsisius menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi unggul.
“Kita tidak boleh memandang pembangunan gedung sekolah hanya untuk kebutuhan hari ini. Gedung ini adalah investasi jangka panjang untuk anak-anak dan cucu kita kelak. Pendidikan adalah fondasi bagi keberlangsungan bangsa, dan melalui ruang belajar yang layak, kita menyiapkan masa depan yang lebih baik,” kata Tarsisius.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 142 SMP dan lebih dari 300 SD yang tersebar di 176 desa/kelurahan pada 12 kecamatan di Manggarai Timur. Dengan jumlah tersebut, perhatian terhadap sarana pendidikan serta kualitas pengajaran harus terus ditingkatkan.
Tarsisius juga menekankan pentingnya sistem pembangunan secara swakelola yang melibatkan sekolah secara langsung.
“Dengan melibatkan sekolah, pengawasan bisa lebih ketat, kualitas bangunan lebih terjamin, dan yang terpenting anak-anak dapat belajar di ruang yang aman serta nyaman,” tutupnya.
Kontributor: Isno Baco

