Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Pemuda di Ruteng Babak Belur Diduga Dianiaya Polisi, Muka Bengkak Hidung Berdarah
HUKUM DAN KEAMANAN

Pemuda di Ruteng Babak Belur Diduga Dianiaya Polisi, Muka Bengkak Hidung Berdarah

By Redaksi8 September 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Claudius Aprilianus Sot, seorang pemuda berusia 23 tahun di Ruteng mengalami nasib tragis diduga dianiaya anggota polisi yang bertugas di Mapolres Manggarai, Minggu, 7 September 2025 (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Claudius Aprilianus Sot, seorang pemuda berusia 23 tahun di Ruteng mengalami nasib tragis diduga dianiaya anggota polisi yang bertugas di Mapolres Manggarai, Minggu, 7 September 2025.

Saat ini korban tengah menjalani perawatan medis di RSUD Ruteng dengan kondisi muka bengkak dan hidung berdarah, serta lebam pada sekujur tubuh.

Dari informasi yang dihimpun VoxNtt.com, pemuda tersebut berasal dari Sengari, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok. Ia berdomisili di Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong mengikuti keluarganya.

Sementara terduga pelaku yang merupakan anggota Polisi belum teridentifikasi meski Kapolres Manggarai, AKBP Hendri Syaputra telah mengakuinya.

“Benar ada kejadian begitu. Untuk sementara kami masih dalami keterlibatan masing-masing personil yang sudah diidentifikasi,” ujar Kapolres Hendri menjawab VoxNtt.com, Senin pagi.

Kasus berawal dari korban bersama rekannya berjalan menuju sebuah tempat perbelanjaan sekitar area Pengadilan Negeri Ruteng.

Saat sedang berjalan muncul seorang pria dengan kondisi mabuk mengajak korban dan rekannya berkelahi.

“Dia turun dari motor minta kami berkelahi, tetapi karena kami menghindar dan tidak meladeninya dia pun mengejar kami. Beruntung tidak terjadi kontak fisik saat itu,” ujar ARB, salah seorang saksi dalam keterangannya.

Dugaan penganiayaan itu baru terjadi di ruangan SPKT Polres Manggarai usai rombongan mobil Patroli Polres Manggarai muncul dan membawa korban Claudius ke kantor, sementara rekan-rekannya melarikan diri.

“Waktu mobil patroli datang kami melarikan diri, sementara Claudius yang masih bertahan. Dia pun dibawa pergi oleh gerombolan polisi ke Mapolres Manggarai,” katanya.

Sementara itu, keluarga korban Bertolomeus Kados mengaku tidak mengetahui awal mula peristiwa penganiayaan itu. Ia baru mengetahuinya ketika dihubungi pihak RSUD.

Merespon itu Bertolomeus pun langsung membuat laporan ke Polres Manggarai dengan registrasi nomor: LP/B/232/IX/2025/SPKT/Res Manggarai/Polda NTT.

Kapolres Manggarai, AKBP Hendri Syaputra menerangkan, kasus tersebut sudah ditangani Propam dan Reskrim untuk perkaranya.

Ia berkomitmen, jika anggotanya terbukti bersalah maka pihaknya akan memberikan sanksi kode etik dan pidana.

“Sementara kita dalami yah soal keterlibatannya. Kami pasti akan memberikan sanksi dan pidana jika terbukti,” terang Kapolres Hendri.

Kasat Reskrim Polres Manggarai, AKP Donatus Sare juga menambahkan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi-saksi dalam peristiwa itu dan akan dilanjutkan dengan penyelidikan.

“Kemarin sudah periksa saksi-saksi. Hari ini kami lanjut penyelidikan,” ungkap Donatus.

Keluarga korban Bertolomeus berharap kasus tersebut diusut secara tuntas demi mendapat keadilan hukum.

Penulis: Berto Davids

Manggarai Polres Manggarai RSUD Ruteng
Previous ArticleKornelis Dola Resmi Pimpin DPD PKS Manggarai, Siap Perjuangkan Suara Rakyat Kecil
Next Article 22 Sekolah di Manggarai Timur Terima Dana Revitalisasi Pendidikan Senilai Rp43,2 Miliar dari APBN 2025

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Keuskupan Ruteng Wanti-wanti Dampak Tambang Mangan PT SJA di Reok

4 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.