Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Korban Kelima Banjir Bandang Nagekeo Dimakamkan
NTT NEWS

Korban Kelima Banjir Bandang Nagekeo Dimakamkan

By Redaksi11 September 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Proses pemakaman di tempat pemakaman keluarga di Kampung Sawu, pada Kamis, 11 September 2025, beberapa jam setelah Tim SAR Gabungan menemukan jasadnya sekitar pukul 10.00 Wita (Foto: Patrianus Meo Djawa/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Achiles Agustinus Busa Jago, balita laki-laki berusia 13 bulan yang menjadi korban banjir bandang di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, akhirnya dimakamkan.

Balita malang itu disemayamkan di tempat pemakaman keluarga di Kampung Sawu, pada Kamis, 11 September 2025, beberapa jam setelah Tim SAR Gabungan menemukan jasadnya sekitar pukul 10.00 Wita.

Ia ditemukan di antara tumpukan material kayu dan lumpur, sejauh dua kilometer dari rumah mereka yang hilang disapu banjir bandang pada Senin sore, 8 September 2025.

Ada kisah pilu di balik penemuan jasad Achiles. Ketua Stasi Santa Maria Imakulata Sawu, Markus Lipu (53), menuturkan bahwa warga sempat mendatangi lokasi tersebut pada hari pertama pencarian. Namun, mereka tidak menemukan apa pun.

Baru pada Kamis pagi, keluarga menggelar ritual adat dengan membawa pakaian yang biasa dikenakan korban.

Ibu Achiles bahkan mengenakan kain gendongan dan terus memanggil nama anaknya. Sesaat setelah ritual usai, keluarga mendapat kabar bahwa Tim SAR Gabungan menemukan jasad seorang balita laki-laki.

Setelah dimandikan, keluarga akhirnya yakin bahwa jasad itu adalah Achiles, ditandai dengan pakaian yang melekat pada tubuhnya serta bekas jahitan operasi pada bibirnya.

Upacara pemakaman Achiles dipimpin oleh Pater Asis dari Paroki Wudu. Beberapa warga Sawu bersama enam anggota TNI dari Kompi Kesehatan turut membantu menyiapkan liang lahat.

Dengan dimakamkannya Achiles, jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Kecamatan Mauponggo kini bertambah menjadi lima orang.

Sementara itu, Tim SAR Gabungan bersama warga masih terus melakukan pencarian terhadap tiga korban lain yang belum ditemukan, termasuk ayah Achiles, Mariano Tom Busa Jago (29). Dua korban lainnya adalah Sebastiana So’o (42) dan anak balitanya, Desiderius Geraldi, yang baru berusia 14 bulan.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Kabupaten Nagekeo Kecamatan Mauponggo Nagekeo
Previous ArticleTim SAR Gabungan Temukan Balita 13 Bulan Korban Banjir Bandang Nagekeo
Next Article Berikut Daftar Korban Banjir Bandang di Nagekeo

Related Posts

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026
Terkini

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.