Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kali Lowo Koke Kembali Meluap, TNI-Polri Bantu Warga Terobos Banjir
Regional NTT

Kali Lowo Koke Kembali Meluap, TNI-Polri Bantu Warga Terobos Banjir

By Redaksi16 September 20251 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota TNI - Polri membantu warga melintasi Sungai Lowo Koke saat Sungai itu kembali meluap pada Selasa, 16 September 2025 (Foto: Patrianus Meo Djawa/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNTT.com – Memasuki hari ke-8, pascabanjir bandang yang melanda Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Selasa 16 September 2025, Kali Lowo Koke kembali meluap.

Luapan air sungai tersebut mulai menggerus timbunan material pasir yang sebelumnya dipakai sebagai badan jalan darurat. Akibatnya, akses transportasi bagi warga dan pengguna jalan terancam kembali terputus.

Anggota TNI-Polri yang bertugas di lokasi masih berjibaku membantu warga, baik dengan menuntun pelintas perorangan maupun mendorong kendaraan roda dua yang terjebak banjir.

Menjelang siang, Kecamatan Mauponggo kembali diguyur hujan dengan intensitas sedang. Debit air di Kali Lowo Koke pun kembali membesar, sementara kawasan Gunung Ebulobo yang menjadi daerah tangkapan air masih diselimuti kabut tebal.

Menurut Adrianus Ngala, relawan kemanusiaan, akses jalan darurat kini sudah kembali terputus. Petugas melarang warga yang memaksa untuk melintasi Sungai

“untuk keamanan dan keselamatan, alat berat sudah keluar semua,” ujarnya.

Sementara itu, Basarnas secara resmi telah mengakhiri upaya pencarian terhadap tiga korban yang hingga saat ini masih dinyatakan hilang.

Dengan demikian, hingga hari kedelapan pasca bencana, total korban hilang dan meninggal dunia tercatat sebanyak 9 orang.

Di sisi lain, dua orang korban banjir bandang yang mengalami luka serius saat ini sudah dirujuk ke RSUD Aeramo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

Banjir Nagekeo Kabupaten Nagekeo Nagekeo
Previous ArticlePeringati Minggu Salib Suci, Pastor Paroki Karot Ajak Umat Ambil “Jalan Turun”
Next Article Kuasa Hukum Minta Pengelola Dapur MBG di Polda NTT Hentikan Pernyataan yang Timbulkan Kegaduhan

Related Posts

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026

KPK Diminta Awasi Pengelolaan Dana Bantuan Bencana di Nagekeo

22 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.