Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Kondisi Tiwu Pai yang Dalam dan Bergua Pengaruhi Jarak Pandang Tim Pencari Temukan Korban
Pojok Info

Kondisi Tiwu Pai yang Dalam dan Bergua Pengaruhi Jarak Pandang Tim Pencari Temukan Korban

By Redaksi13 Januari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi Tiwu Pai yang dalam dan bergua sulitkan tim pencari menemukan korban tenggelam. (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Pencarian hari ketiga terhadap Armendo W. Jeferson, pelajar SMP Katolik Fransiskus Ruteng yang tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, terus dilakukan. Namun sejak dilaporkan tenggelam pada 11 Januari 2026, putra asal Orong, Kecamatan Welak tersebut belum berhasil ditemukan.

Proses pencarian terkendala oleh kondisi Air Terjun Tiwu Pai yang cukup dalam, bergua, serta derasnya aliran arus air.

Situasi ini menyebabkan jarak pandang di dalam air sangat terbatas, hanya sekitar 15 hingga 20 sentimeter, sehingga menyulitkan tim pencari menemukan korban.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, Stefanus Tawar mengatakan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi kejadian. Namun hingga hari ketiga pencarian, korban masih belum ditemukan.

Menurut Stefanus, kondisi di dasar air terjun cukup berbahaya karena terdapat gua besar dengan kedalaman sekitar lima meter. Kedalaman tersebut dapat bertambah saat hujan turun.

“Di situ ada gua, kalau hujan maka kedalamannya mencapai 7 meter, itu yang membuat sulit,” terang Stefanus, Selasa, 13 Januari.

Ia menambahkan, dalam upaya pencarian, BPBD bekerja sama dengan Tim SAR dan Pol Air Polda NTT.

Selain tim pencari, keluarga korban juga terus berada di lokasi dengan mendirikan tenda di sekitar area air terjun untuk menunggu perkembangan pencarian.

Penulis: Berto Davids

Air Terjun Tiwu Pai BPBD Manggarai Kecamatan Reok Barat Manggarai Reok Barat SMP Fransiskus Ruteng
Previous ArticleKorban Kecelakaan Lalu Lintas di Bahong Manggarai Sudah Meninggal Dunia
Next Article Pohon Tumbang, Aliran Listrik di Sejumlah Wilayah Lamba Leda Padam

Related Posts

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Laka Lantas di Ndoso-Manggarai Barat, Dua Korban Meninggal Dunia

8 Juli 2026

Keuskupan Ruteng Wanti-wanti Dampak Tambang Mangan PT SJA di Reok

4 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.