Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pelayanan KB di Manggarai Timur Fokus Wanita Usia Subur
KESEHATAN

Pelayanan KB di Manggarai Timur Fokus Wanita Usia Subur

By Redaksi10 Februari 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuka pelayanan KB serentak mulai tanggal 9–15 Februari 2026.

Pelayanan KB ini akan terfokus pada wanita usia subur yang ingin membatasi kehamilan atau kelahiran.

Kepala Dinas P2KBP3A Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas mengatakan, kegiatan pelayanan KB untuk wanita usia subur ini bertujuan agar kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga dapat meningkat.

Ia berharap, pelayanan KB akan dapat memperluas akses pelayanan KB yang aman, nyaman, dan berkualitas serta mendorong pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan secara terencana dan menekan angka kehamilan yang tidak diinginkan.

Selama periode pelaksanaan kegiatan, kata dia, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan KB di fasilitas kesehatan, di antaranya penyuluhan, konsultasi, hingga pemasangan alat kontrasepsi modern.

“Tenaga kesehatan akan memberikan pendampingan langsung agar setiap pasangan dapat memilih metode KB sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan,” jelas Ani Agas, Selasa, 10 Februari 2026.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk peran kader, tokoh masyarakat dan organisasi perempuan dalam menyebarkan informasi. Selain itu dapat mengajak masyarakat untuk aktif menggunakan layanan KB.

Ani menjelaskan, alasan kegiatan ini difokuskan pada wanita usia subur yang ingin membatasi kehamilan karena berdasarkan data tahun 2025 terdapat 4.802 pasangan yang mengalami drop out KB, sementara, angka yang unmet need KB tercatat sebanyak 4.105 pasangan.

Menurutnya, data ini menunjukkan perlunya penguatan program Keluarga Berencana (KB), khususnya pada kelompok pasca-salin dan pasangan yang membatasi kehamilan tetapi belum terlayani.

Dengan kegiatan ini, lanjut Ani, pemerintah dapat mengurangi kehamilan tidak direncanakan oleh pasangan yang tidak menggunakan KB meski ingin menunda kehamilan.

Kegiatan ini juga dapat meningkatkan angka aborsi tidak aman, komplikasi kehamilan, dan risiko kematian ibu dan anak.

Ani berkata, pencegahan angka kematian ibu dan anak sering terjadi pada kehamilan yang tidak direncanakan dan juga sering terjadi pada kondisi ibu yang belum siap secara fisik maupun mental.

Sehingga dengan menurunkan angka itu, ibu dapat merencanakan kehamilan pada waktu yang aman sehingga risiko kematian berkurang.

Pencegahan Angka Kematian Bayi (AKB) dari kehamilan yang tidak direncanakan lebih berisiko lahir prematur, berat badan rendah, atau kurang mendapat perhatian optimal.

“Ketika kita fokus pada upaya mengurangi unmet need KB, maka akan sangat membantu memastikan bayi lahir dari kehamilan yang sehat dan terencana,” jelasnya.

Dengan mengatasi unmet need, keluarga dapat mengatur jarak kelahiran sehingga anak mendapat perhatian penuh, gizi cukup, dan tumbuh optimal.

Efisiensi program kesehatan menurunkan unmet need berarti meningkatkan cakupan KB secara keseluruhan.

Hal ini berdampak langsung pada pencapaian target kesehatan nasional: menurunkan AKI, AKB, dan prevalensi stunting.

Penulis: Berto Davids

Ani Agas Dinas P2KBP3A Kabupaten Manggarai Timur Manggarai Timur Matim
Previous ArticleBRI dan Kejati NTT Gelar FGD, Bahas Akselerasi Kinerja 2026
Next Article Simfoni Sakral di Kota Reinha

Related Posts

Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Peduli Gempa Flores NTT

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.