Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Awas.com Gandeng YKP dan Perguruan Tinggi, Perkuat Advokasi Cegah Stunting di Manggarai
KESEHATAN

Awas.com Gandeng YKP dan Perguruan Tinggi, Perkuat Advokasi Cegah Stunting di Manggarai

By Redaksi11 Februari 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta pelatihan advokasi dan pemberdayaan komunitas terkait upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Manggarai (Foto: Isno Baco/ VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Anak Waso Community (Awas.com) menggandeng Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), Monash University, Universitas Indonesia, dan Sintesis menggelar pelatihan advokasi dan pemberdayaan komunitas terkait upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Manggarai. Kegiatan itu berlangsung di Spring Hill Hotel dan Resto pada 11-13 Februari 2026.

Direktur Anak Waso Community (Awas.com) Dr. Marianus M. Tapung mengatakan, pelatihan ini menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat kapasitas komunitas dalam mengawal isu stunting di tingkat lokal.

Pelatihan tersebut dirancang dengan pendekatan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), kesetaraan gender, dan prinsip inklusivitas guna memastikan intervensi stunting tidak mengabaikan kelompok rentan, termasuk perempuan, anak, dan kelompok marjinal lainnya.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali pemahaman konseptual, tetapi juga keterampilan praktis dalam advokasi berbasis data, analisis kebijakan, serta penyusunan strategi dan pesan advokasi yang kontekstual.

“Kolaborasi ini menjadi fondasi penting agar pendekatan HKSR dapat terintegrasi secara nyata dalam program dan kebijakan pencegahan serta penurunan stunting, baik di tingkat komunitas maupun pemerintahan,” kata Marianus.

Manajer Program Sintesis Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), Gizka Ayu mengatakan, stunting masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

“Meski secara nasional angka stunting menunjukkan tren penurunan, realitas di tingkat komunitas memperlihatkan persoalan yang lebih kompleks,” kata Gizka.

Menurut Gizka, kesenjangan informasi, tingginya beban kerja kader kesehatan, serta belum optimalnya implementasi kebijakan yang berpihak pada kebutuhan nyata masyarakat menjadi hambatan utama dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting.

Ia menilai penurunan angka stunting tidak semata ditentukan oleh keberadaan kebijakan, melainkan oleh sejauh mana kebijakan tersebut dipahami, diterapkan, dan diawasi di tingkat lokal.

Keterbatasan pemahaman terhadap kebutuhan spesifik masyarakat serta minimnya pemetaan sumber daya lokal menyebabkan program yang ada kurang tepat sasaran. Lemahnya proses monitoring dan evaluasi juga memperlebar jarak antara kebijakan di atas kertas dan dampaknya di lapangan.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga persoalan tata kelola, keadilan sosial, dan kapasitas komunitas dalam mengawal kebijakan publik,” pungkasnya.

Penulis: Isno Baco

Awas.com Manggarai Mantovanny Tapung Stunting Stunting Manggarai
Previous ArticleNovi Beat Jadi PPPK Paruh Waktu di Manggarai Meski Tak Pernah Bekerja di Instasi Mana pun, Polisi Dalami Proses Pengangkatan
Next Article Bawaslu Manggarai Perkuat Konsolidasi Demokrasi, Dorong Pengawasan Partisipatif dan Tangkal Hoaks

Related Posts

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Stevi Harman Salurkan Bantuan ke 22 Kampung Terdampak Gempa di Reok dan Reok Barat

23 Agustus 2026

Lima Permintaan Warga Terdampak Gempa di Golo Conggo ke Wapres Gibran

23 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.