Kupang, VoxNTT.com – Kanit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, AKP Yohanes Balla, diduga mendampingi seorang warga negara asing yang dikenal sebagai Mr. Lau berkeliling Pulau Sumba.
Kegiatan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan sosialisasi dan perekrutan tenaga kerja untuk penempatan ke luar negeri.
“Mereka kunjungi rumah jabatan bupati. Setelah itu jumpa Kapolres Sumba Barat untuk sosialisasi perusahaannya Mr. Lau,” kata sumber yang menolak namanya dipublikasikan kepada wartawan, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurut sumber itu, Pulau Sumba selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah pengirim pekerja migran dari NTT dan kerap disebut dalam laporan kerawanan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Selain AKP Yohanes Balla, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT, Suratmi Hamida, juga disebut ikut mendampingi agenda tersebut.
Sumber menyebut sosok yang dikenal sebagai Mr. Lau diduga memiliki jaringan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) yang beroperasi di NTT dan memiliki hubungan dengan penempatan tenaga kerja ke Malaysia.
Salah satu perusahaan yang dikaitkan dengannya adalah PT Bhakti Unggul Sejahtera. Perusahaan ini disebut pernah tersangkut perkara dugaan pelanggaran penempatan pekerja migran.
Menurut sumber, perkara tersebut kemudian dihentikan melalui mekanisme SP3 oleh penyidik Polda NTT. Nama AKP Yohanes Balla disebut sebagai penyidik yang menangani sekaligus menghentikan perkara itu.
Sebuah foto yang diperoleh VoxNtt.com memperlihatkan rombongan diterima di rumah jabatan Bupati Sumba Barat Daya.
Dalam foto tersebut terlihat seremoni pengalungan kain adat kepada tamu. Keterangan foto menyebut pria berbaju hitam yang diberi tanda adalah AKP Yohanes Balla, sedangkan pria berbaju putih adalah Adrian Masang yang disebut sebagai koordinator Mr. Maikel Lau serta pengurus PT Akka dan PT Bhakti Unggul Sejahtera.
Nama lain yang disebut adalah Max Roman yang dikaitkan dengan PT Bhakti Unggul Sejahtera. Perusahaan ini diduga pernah menangani pekerja asal Pulau Sumba.
Sumber itu juga menyebut adanya dugaan pekerja asal Sumba yang tidak menerima gaji selama beberapa tahun bekerja.
Selain PT Bhakti Unggul Sejahtera, nama PT Java Olah Sumber Sukses juga disebut sebagai bagian dari konsorsium perusahaan yang diduga dikelola Mr. Michael Lau.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BP3MI NTT Suratmi Hamida memberikan klarifikasi terkait agenda tersebut.
Ia menjelaskan, pada 7 Januari 2026 pihaknya menerima undangan sebagai narasumber sosialisasi dari PT Joss untuk kegiatan di Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah pada 12-14 Januari 2026.
“Pada tanggal 11 Januari Kepala Bp3MI dan tim berangkat ke Sumba Barat daya. Pada tanggal 11 Januari 2026 ada undangan dari Pemda Sumba Barat daya di rumah jabatan bupati, undangan makan malam sekalian diskusi terkait permasalahan PMI di Sumba Barat daya karena Sumba Barat Daya kantong penempatan PMI di NTT,” katanya.
Ia menjelaskan jamuan makan malam tersebut dihadiri Dirut Utama PT Joss beserta staf, agency dari Malaysia, Kanit TPPO Polda NTT, Kepala BP3MI NTT, Ketua Forum Pemuda NTT, serta diterima langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya dan suaminya. Turut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumba Barat Daya.
“Pada tanggal 12 Januari 2026 sosialisasi penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Kantor Camat Kodi Utara dibuka langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, dan dilanjutkan oleh sosialisasi oleh narasumber, Kepala Dinas Tenaga Kerja kabupaten Sumba Barat Daya, Kepala BP3MI NTT, Dirut PT Joss, Kanit TPPO Polda NTT,” jelasnya.
Menurut Suratmi, peserta kegiatan tersebut merupakan para kepala desa di Kecamatan Kodi Utara dan pencari kerja. Kegiatan serupa kembali digelar pada 12 Januari 2026 di Kantor Camat Waewewa Barat dengan narasumber dan peserta yang sama.
Ia berkata, untuk agency dari Malaysia merupakan tim dari Dirut Utama PT Joss. Namun Suratmi menyebut mereka tidak ada aktivitas merekrut.
“Karena selama kegiatan sosialisasi beliau tidak bicara yang berbicara hanya Dirut Utama PT Joss, karena baru di NTT mengenalkan di semua kepala desa di tempat sosialisasi.”
“Dirut juga mengenalkan kepala cabang di NTT dan Koordinator PT Joss di Kabupaten Sumba Barat daya dan Sumba Tengah,” jelasnya.
Suratmi menambahkan, pada 14 Januari 2026 kegiatan sosialisasi yang sama juga digelar di Kabupaten Sumba Tengah, tepatnya di Desa Elu, dengan narasumber yang sama.
Penulis: Ronis Natom

