Kupang, VoxNTT.com – Penetapan bola voli indoor sebagai cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Nusa Tenggara Timur pada Pekan Olahraga Nasional XXII 2028 langsung direspons cepat oleh Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia NTT.
Organisasi tersebut mulai menggelar konsolidasi, menyiapkan program pembinaan, serta membentuk tim khusus untuk memastikan kesiapan atlet dan venue sejak 2026.
Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo menegaskan komitmen lembaganya untuk memastikan dukungan kebijakan dan penganggaran berjalan konsisten dalam kerangka Panca Sukses PON 2028.
“PON bukan sekadar event olahraga, tetapi agenda pembangunan daerah. DPRD NTT mendukung penuh melalui penguatan Dana Cadangan PON, pengawasan program KONI, serta penguatan kesiapan seluruh cabang olahraga menuju 2028,” ujarnya.
Ia menambahkan, waktu persiapan yang relatif singkat menuntut kerja kolaboratif lintas sektor agar NTT tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga sukses prestasi.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia NTT, Winston juga menyampaikan apresiasi kepada KONI Pusat dan KONI NTT atas penetapan bola voli indoor sebagai cabang olahraga yang akan dipertandingkan di NTT pada PON 2028.
“Ini kabar menggembirakan bagi keluarga besar bola voli NTT. Kami menyampaikan terima kasih kepada KONI Pusat dan KONI NTT atas kepercayaan ini,” katanya.
Ia menjelaskan, PBVSI NTT langsung melakukan konsolidasi organisasi serta menindaklanjuti hasil rapat koordinasi KONI sebagai langkah awal persiapan menuju PON.
Memasuki 2026, PBVSI NTT memulai lima program strategis sebagai fondasi menuju PON 2028. Program tersebut meliputi pelatihan pelatih bola voli daerah NTT untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet, pelatihan wasit level nasional guna menyiapkan perangkat pertandingan berstandar nasional, Turnamen Piala Gubernur Ben Mboi Memorial Cup II sebagai kompetisi utama pembinaan prestasi, turnamen bola voli pasir untuk memperluas basis prestasi cabang voli di NTT, serta seleksi atlet PON berbasis sport science termasuk tes fisik, performa, dan pemetaan potensi atlet secara ilmiah.
Kelima program ini dirancang sebagai langkah awal membangun ekosistem prestasi bola voli NTT secara sistematis dan berkelanjutan.
Selain itu, PBVSI NTT telah membentuk tim khusus untuk melakukan pendataan dan identifikasi kebutuhan teknis menuju PON 2028, termasuk pembinaan atlet dan kebutuhan sarana prasarana.
Khusus untuk venue pertandingan, PBVSI membentuk tim asistensi venue guna memastikan kesiapan fasilitas sesuai standar PBVSI nasional dan federasi internasional.
“Kami ingin memastikan venue bola voli di NTT memenuhi standar nasional dan internasional. Persiapan teknis harus dimulai sejak sekarang,” ujarnya.
Menurut Winston, penetapan cabang olahraga PON di NTT merupakan momentum kebangkitan olahraga daerah.
“PON 2028 adalah kesempatan emas membangun sistem olahraga NTT secara lebih serius dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis NTT dapat sukses sebagai tuan rumah sekaligus meraih prestasi,” tutupnya.
Penulis: Ronis Natom

