Labuan Bajo, VoxNTT.com – Di tengah syahdunya suasana Ramadan, sebuah momentum penuh kesejukan tercipta di Hotel Parlezo, Labuan Bajo, pada Jumat, 27 Februari 2026.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Benny K. Harman (BKH), menggelar acara buka puasa bersama para pimpinan ormas Islam, lembaga keagamaan, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat.
Kegiatan yang digagas oleh Benny Harman ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sebuah penegasan atas kuatnya fondasi toleransi di bumi Flores.
Dalam sambutannya yang sarat akan pesan moral, Benny Harman menekankan bahwa kehadirannya bukan sebatas sebagai wakil rakyat, melainkan sebagai saudara bagi masyarakat muslim di Labuan Bajo.
Ia memandang Ramadan sebagai bulan pembersihan diri yang bukan hanya dikhususkan bagi umat islam, tetapi menjadi bagian dari nilai universal kemanusiaan.
“Dalam iman saya sebagai seorang katolik, kami juga diajarkan tentang kasih dan pengorbanan. Di balik perbedaan iman, kita memiliki fondasi moral yang sama: cinta kepada Tuhan dan cinta kepada sesama manusia,” ujar BKH dengan penuh ketulusan.
Meneladani semangat Gus Dur, Benny Harman mengajak agar rasa kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari harus jauh melampaui sekat-sekat agama.
“Semangat itulah yang harus kita jaga. Bahwa toleransi bukan sekadar sikap membiarkan, tetapi sikap aktif untuk saling melindungi, saling menghormati, dan saling menjaga,” katanya.
Sebagai anak bangsa, ia pun mengingatkan warisan cita-cita besar dari sang founding father, Soekarno, yang menggagas Pancasila sebagai rumah bersama, rumah yang tidak membedakan siapa mayoritas dan siapa minoritas, rumah yang melindungi semua orang.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa keberagaman di Labuan Bajo, yang mana menara masjid dan lonceng gereja tampak saling bersahutan adalah “wajah asli” Indonesia yang harus dijaga dari polusi narasi kebencian yang kerap muncul di media sosial.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan tiga poin penting untuk menjaga harmoni di masa depan. Pertama, menjaga kedamaian, yakni menjadikan kerukunan Labuan Bajo sebagai warisan abadi bagi anak cucu.
Kedua, edukasi generasi muda, yakni memastikan pemuda tumbuh dalam semangat persaudaraan, jauh dari paham ekstremisme dan kecurigaan.
Ketiga, dialog rutin, yakni memperkuat komunikasi lintas agama secara konsisten tanpa harus menunggu adanya konflik.
Sebagai daerah wisata super prioritas, BKH memandang kerukunan beragama di Labuan Bajo adalah aset yang tidak ternilai harganya.
Menurutnya, wisatawan dunia datang bukan hanya untuk melihat Komodo, tetapi untuk menyaksikan keajaiban bagaimana bangsa yang majemuk bisa hidup berdampingan dengan damai.
“Negara harus hadir menjamin kebebasan beragama. Tidak boleh ada diskriminasi atau intimidasi. Politik boleh datang dan pergi, pilihan boleh berbeda dalam demokrasi, tetapi setelah itu kita kembali sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” pungkasnya.
Acara buka puasa bersama ini diakhiri dengan acara makan malam yang makin memperkuat suasana kekeluargaan dalam pertemuan tersebut.
Penulis: Herry Mandela

