Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ribuan Umat Hadiri Misa Paskah di Paroki Ka Redong, Partisipasi dan Swadaya Menonjol
Regional NTT

Ribuan Umat Hadiri Misa Paskah di Paroki Ka Redong, Partisipasi dan Swadaya Menonjol

By Redaksi5 April 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPP Paroki Ka Redong, Paulus Peos (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Ribuan umat menghadiri Misa Minggu Paskah di Gereja Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Keuskupan Ruteng, Nusa Tenggara Timur, pada Ahad, 5 April 2026. Perayaan berlangsung dalam dua sesi, pukul 06.00 WITA dan 08.30 WITA, dengan partisipasi umat dari Woang, Ka Sama, Ka, Redong, Tuke, dan Mena.

Sebagian besar umat datang dengan berjalan kaki, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Kehadiran mereka mencerminkan kesederhanaan dan semangat iman dalam merayakan kebangkitan Kristus.

Partisipasi umat juga tampak sepanjang rangkaian Pekan Suci. Sejak Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Vigili Paskah, umat tetap mengikuti ibadat secara konsisten. Hujan saat Jumat Agung tidak mengurangi kehadiran umat.

Perayaan berlangsung aman dan tertib berkat kerja sama panitia dengan Polres Manggarai, Kodim 1612 Ruteng, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Dinas Perhubungan. Penataan parkir kendaraan dilakukan secara terorganisir.

Keterlibatan umat terlihat dalam pelaksanaan liturgi. Petugas koor, lektor, pemazmur, komentator, dan pembawa persembahan pada dua misa ditangani oleh umat wilayah Ka Sama dan Ka Redong.

Panitia dari Wilayah 4 Sungai Yordan Redong mengelola seluruh persiapan secara mandiri, mulai dari dekorasi, tenda, sound system, hingga konsumsi. Dana yang dihimpun umat mencapai puluhan juta rupiah.

Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk mendukung perayaan, tetapi juga untuk perbaikan fasilitas gereja, seperti saluran pembuangan air dan penataan pagar tanaman. Sebagian dana direncanakan untuk pembangunan pagar bagian timur gereja menuju SDK Ka Redong.

Ketua DPP Paroki, Paulus Peos, menilai keberhasilan ini sebagai buah kebersamaan umat. “Panitia melayani umat sebagai ‘meka’ (umat) Allah, memastikan umat dapat mengikuti perayaan dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari umat. Amatus Agustinus dari KBG Santo Gabriel Woang mengatakan, “Kami dilayani dengan baik dan diarahkan ke tempat duduk. Panitia bekerja hingga malam hari, bahkan dalam kondisi hujan saat Jumat Agung. Pengorbanan mereka patut diacungkan jempol,” katanya.

Keterlibatan kaum muda menjadi salah satu ciri dalam kepanitiaan. Paulus Peos menegaskan pentingnya regenerasi. “Mereka adalah masa depan Gereja. Regenerasi menjadi keharusan untuk keberlanjutan hidup menggereja,” ujarnya.

Salah satu orang muda, Yuliana Mimut, menyebut kepanitiaan sebagai ruang belajar. “Kami belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan mengatur kegiatan. Dibutuhkan energi, waktu, dan koordinasi yang baik,” katanya.

Sekretaris panitia, Herymanto, mengatakan tema Paskah tahun ini “Akulah Kebangkitan dan Hidup” menjadi momentum penguatan iman dan solidaritas umat. “Perayaan ini menyentuh hidup iman umat dan spiritualitas komunal untuk berbagi rahmat. Umat merayakan kebangkitan dalam semangat persaudaraan,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Persiapan panitia turut menghantar umat masuk dalam permenungan sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus,” katanya.

Menurut dia, keberhasilan perayaan tidak lepas dari solidaritas umat. “Kerja sama dan saling percaya menjadi kunci,” tambahnya.

Dalam homili Vigili Paskah, 4 April 2026, Pater Kristianus Sambu, SVD, mengajak umat memaknai Paskah sebagai panggilan untuk bangkit dari berbagai situasi hidup. Ia menegaskan bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Paskah, menurutnya, menjadi ajakan untuk keluar dari keputusasaan, egoisme, dan luka kehidupan, serta menjadi pembawa terang melalui kasih, pengampunan, dan kepedulian di tengah masyarakat.

Perayaan Paskah di Paroki Ka Redong tahun ini mencerminkan kehidupan umat yang aktif, mandiri, dan solid dalam menghidupi iman secara bersama. [VoN]

Manggarai Paroki Ka Redong Paulus Peos
Previous ArticlePelaksana Tugas Lurah Fontein dan Lurah Tode Kisar Dianiaya, Korban Ungkap Kronologi
Next Article Laga Amal di Paroki Reweng, Singa Tua Menang Tipis 3-2

Related Posts

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.