Labuan Bajo, VoxNTT.com – Semangat sportivitas dan kepedulian sosial menyatu dalam pertandingan ekshibisi di lapangan hijau Paroki Reweng, Kecamatan Lembor Selatan, Manggarai Barat.
Laga persahabatan yang digelar sebagai ajang penggalangan dana untuk pembangunan Gereja Paroki setempat itu mempertemukan tim tamu Singa Tua melawan tim Panitia Penyelenggara. Meski berstatus nonkompetitif, pertandingan berlangsung sengit hingga Singa Tua meraih kemenangan tipis 3-2.
Tim tuan rumah yang diperkuat langsung oleh Pastor Paroki Reweng sempat mengejutkan pada menit-menit awal dengan mencetak gol pembuka setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan.
Namun, Singa Tua merespons cepat melalui serangan balik. Pada menit ke-17, Richard Sontani mencetak gol penyeimbang setelah menuntaskan peluang dengan tenang, mengubah skor menjadi 1-1.
Enam menit berselang, tim tamu berbalik unggul melalui eksekusi penalti. Wasit menunjuk titik putih dan Mario Pranda yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya. Tendangannya tak mampu dibendung kiper tuan rumah, membuat skor menjadi 2-1.
Singa Tua semakin menjauh menjelang turun minum. Pada menit ke-27, Richard Sontani kembali mencatatkan namanya di papan skor, sekaligus mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini dan membawa timnya unggul 3-1 hingga akhir babak pertama.
Memasuki babak kedua, Panitia Penyelenggara meningkatkan penguasaan bola untuk mengejar ketertinggalan. Upaya tersebut membuahkan hasil menjelang akhir laga, saat Pastor Paroki Reweng mencetak gol kedua bagi timnya dan memperkecil skor menjadi 3-2.
Meski terus menekan hingga peluit panjang, tim tuan rumah gagal menyamakan kedudukan karena solidnya lini pertahanan Singa Tua.
Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat solidaritas masyarakat. Kehadiran tokoh lokal seperti Mario Pranda dan partisipasi aktif Pastor Paroki turut menarik perhatian warga untuk berdonasi.
Seluruh hasil penggalangan dana dari laga tersebut akan dialokasikan sepenuhnya untuk mendukung percepatan pembangunan Gereja Paroki Reweng.
Penulis: Herry Mandela

