Ruteng, VoxNTT.com – Banjir yang melanda Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, menyebabkan puluhan kepala keluarga mengalami kerugian material. Sedikitnya 28 kepala keluarga terdampak langsung akibat banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Air bercampur lumpur masuk ke rumah warga, merusak perabotan, dinding, hingga fasilitas dapur. Berdasarkan laporan Pemerintah Desa Manong, total kerugian material warga diperkirakan mencapai Rp89.500.000.
Sejumlah warga mengalami kerugian cukup besar. Belasius Lawur tercatat mengalami kerugian hingga Rp15 juta, sementara Romana Memos sebesar Rp10 juta. Adapun sebagian besar warga lainnya mengalami kerugian antara Rp1 juta hingga Rp5 juta.
Banjir Bandang Dua Kali Terjang Desa Manong, 24 Warga Terdampak
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi rumah warga masih dipenuhi lumpur. Beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, dan akses jalan lingkungan tertutup material banjir.
Warga mengaku belum menerima bantuan yang memadai. Mereka berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan darurat maupun penanganan jangka panjang.
“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah. Kondisi rumah masih rusak dan kami kesulitan memulai kembali kehidupan seperti biasa,” ungkap salah satu warga terdampak.
Kepala Desa Manong, Vinsensius Jebarus mengatakan pihaknya telah mendata seluruh warga terdampak.
“Kami sudah mendata sebanyak 28 kepala keluarga yang terdampak dengan total kerugian mencapai sekitar Rp89,5 juta. Kondisi warga saat ini sangat membutuhkan bantuan, terutama untuk perbaikan rumah dan kebutuhan dasar,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera merespons agar penanganan pascabencana dapat dilakukan.
“Kami berharap pemerintah kabupaten maupun pihak terkait segera turun tangan. Masyarakat sangat membutuhkan bantuan, baik dalam bentuk logistik maupun perbaikan infrastruktur,” tambahnya.
Banjir diduga dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Manggarai dalam beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan aliran air meluap dan membawa material lumpur ke permukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai memastikan akan segera turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi lapangan.
Staf BPBD Manggarai, Hendra Bethen mengatakan laporan dari Pemerintah Desa Manong telah diterima.
“Terima kasih, laporannya sudah masuk hari Kamis. Nanti akan diidentifikasi oleh tim dari BPBD. Rencana besok kami turun ke lokasi sekaligus membawa logistik darurat,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Minggu, 12 April 2026 malam.
Kepala Bidang BPBD Manggarai, Afret Bombang, menambahkan tim akan segera melakukan identifikasi.
“Malam, besok tim dari BPBD baru turun melakukan identifikasi lapangan,” katanya.
Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Manggarai menyatakan kesiapan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
“Semoga hari ini atau besok. Mohon diinformasikan ke Pak Kades untuk tetap berkoordinasi dengan BPBD,” ujar salah satu Kepala Bidang Dinsos Manggarai, Heri Pedo, Senin, 13 April 2026 pagi.
Ia menambahkan, surat laporan bencana telah diproses.
“Surat laporan bencana sudah didisposisi. Semoga segera keluar bantuan berasnya,” pungkasnya.
Kontributor: Leo Jehatu

