Ruteng, VoxNTT.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menangani dampak banjir di Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara.
“Kami koordinasikan dengan Dinas Sosial dan Dinas PUPR untuk penanganan nya,” kata Kepala BPBD Kabupaten Manggarai, Stefanus Tawar, kepada VoxNtt.com, Senin, 13 April 2026.
Banjir dipicu curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah titik terdampak, dengan Desa Manong menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.
Banjir bandang pertama terjadi pada Senin, 6 April 2026 di Kampung Garang. Peristiwa itu menyebabkan kerugian material setelah bahan pangan dan hasil panen warga tersapu arus.
Warga setempat, Romeon Barus, mengatakan banjir pertama merusak berbagai kebutuhan rumah tangga. “Perkakas dapur, beras, serta kacang-kacangan yang baru dipanen ikut disapu banjir,” ujarnya, Sabtu, 11 Maret 2026 malam.
Ia juga menyebut lima karung beras dan kacang merah milik warga atas nama Sius Lawur turut hanyut terbawa arus.
Banjir bandang kembali terjadi pada Sabtu, 11 April 2026. Intensitasnya lebih parah karena air bercampur lumpur dan material masuk hingga ke dalam rumah warga.
“Hari ini air banjir bandang bersama tumpukan material masuk sampai ke dalam rumah warga,” kata Barus.
Penulis: Isno Baco

