Borong, VoxNTT.com- Irigasi Wae Bobo 1, yang mengairi areal persawahan Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, jebol sejak tahun 2023 silam.
Akibatnya, 10 dari 85 hektare sawah di persawahan Loba terancam bahkan sudah mengering akibat tak teraliri air.
Ironisnya, meskipun sudah dua tahun jebol, belum ada perhatian dari pemerintah melalui dinas terkait. Padahal persawahan Loba merupakan salah satu sumber beras terbanyak di Kabupaten Manggarai Timur.
Adolf Jadi, petani setempat, mengatakan dua tahun terakhir sekitar 10 hektare lahan sawah yang tak bisa lagi ditanami padi, imbas jebolnya irigasi Wae Bobo 1 itu.
“Ada 7 hektare di Loba Mese dan 3 hektare di Loba Koe. Itu yang tidak bisa tanam padi sejak irigasi jebol,” kata Adolf kepada VoxNtt.com, melalui sambungan telepon, Selasa siang.
Ia menyebut, bagian irigasi yang jebol sekitar dua meter. Air tak bisa mengalir sampai ke 10 hektare sawah yang letaknya paling ujung.
Dua tahun terakhir, lanjut dia, bagi pemilik sawah yang cukup modal, menggunakan mesin sedot agar bisa menanam padi. Sebagiannya juga ditanami sayur.
“Ini bagi mereka yang rajin dan ada biaya untuk sedot air. Yang tidak ada, lepas saja,” ujar Adolf.
Ia pun menyayangkan pemerintah tidak responsif terhadap bencana jebolnya saluran irigasi tersebut. Padahal, persawahan Loba merupakan salah satu pemasok beras di kota Borong.
Selama ini, kata dia, para petani menutupi bagian yang jebol dengan seng bekas. Namun, itu tidak bisa mengatasi soal.
“Pemerintah baik Kabupaten maupun Provinsi jangan tutup mata dengan kondisi ini. Ini menyangkut piring nasi petani, ” ungkap dia.
Adolf menyebut, dampak langsung dari jebolnya irigasi itu adalah hasil panen padi 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚛𝚞𝚗 𝚍𝚊𝚗 terjadi baku rebut a𝚒𝚛 antara petani.
“Yang kami khawatirkan nanti ada hak-hak yang tidak diinginkan dengan perebutan air,” katanya.
Adolf mengungkapkan, pada a𝚠𝚊𝚕 2025 lalu, 𝚖𝚊𝚝𝚎𝚛𝚒𝚊𝚕 𝚙𝚊𝚜𝚒𝚛 𝚜udah didroping di sekitar lokasi. Namun hingga saat ini tidak ada pengerjaan untuk memperbaiki bagian irigasi yang jebol itu.
“Kalau memang tidak ada dana untuk bayar pekerjaan, petani juga siap untuk kerja swadaya. Tapi ini lepas saja materialnya,” ungkap dia.
Kepala Bidan Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai Timur, Heronimus Namu, mengatakan pihaknya akan turun ke lokasi untuk mengecek terkait dengan kerusakan jaringan Irigasi Wae Bobo tersebut.
“Mungkin besok kami akan turun melihat lebih dekat tingkat kerusakannya,” kata Heronimus saat dikonfirmasi, Selasa siang.
Ia menjelaskan, saluran irigasi itu adalah Kewenangan Pusat. Oleh sebab itu, setelah pengecekan lokasi, pihaknya akan segera koordinasi dengan BWS NT II di Kupang.
“Terkait dengan adanya pendropingan material pasir tahun lalu, kami juga tidak tahu mungkin bisa ditanyakan ke petaninya,” imbuh dia.
Kontributor: Nansi Taris

