Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Polda NTT Belum Beri Penjelasan soal Kabar SP3 Kasus Dugaan Mafia Tanah Anggota DPRD Manggarai Barat
HUKUM DAN KEAMANAN

Polda NTT Belum Beri Penjelasan soal Kabar SP3 Kasus Dugaan Mafia Tanah Anggota DPRD Manggarai Barat

By Redaksi1 Mei 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kantor Polda NTT (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) belum memberikan komentar resmi terkait kabar penghentian penyelidikan perkara (SP3) terhadap anggota DPRD Manggarai Barat, Hasanudin (41), yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen tanah.

Hasanudin, politisi Partai Perindo, sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan mafia tanah dan pemalsuan surat di wilayah Golo Mori pada April 2026. Ia diduga terlibat bersama seorang petani berinisial S dalam pemalsuan dokumen terkait tanah di Muara Nggoer.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol Hendry Novika Chandra, menyatakan akan menyiapkan data terkait kasus tersebut saat dimintai konfirmasi. “Besok ya,saya siapkan data dulu,” ujarnya pada 29 Mei 2026.

Media VoxNtt.com telah mengajukan daftar pertanyaan sejak 29 April 2026. Meski sempat berjanji memberikan jawaban pada 30 April, hingga berita ini diterbitkan, Hendry belum memberikan respons lanjutan.

Sebelumnya, bagian Wasidik Polda NTT telah melakukan gelar perkara khusus terkait kasus tanah di Golo Mori, Labuan Bajo, pada 6 April 2026. Dalam proses tersebut, penyidik menetapkan Hasanudin dan S sebagai tersangka berdasarkan empat alat bukti.

Di sisi lain, Hasanudin melalui akun media sosialnya menyampaikan bahwa status tersangkanya dalam laporan polisi LP/B/13/I/2026/SPKT/Polres Manggarai Barat telah dihentikan, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Polda NTT atas penerbitan SP3.

Sementara itu, ahli hukum dari Universitas Katolik Widya Mandira (UKAW) Kupang, Rian Kapitan menjelaskan, tindak pidana pemalsuan surat diatur dalam Pasal 291 ayat (1) KUHP baru.

Ia menilai bahwa pemalsuan surat merupakan delik formil yang tidak bergantung pada adanya kerugian.

“Jika semua unsur dalam pasal 391 itu terpenuhi kendati korban tidak mengalami kerugian sudah bisa diproses karena bukan delik materil,” katanya, Kamis, 30 April 2026.

Rian menambahkan, pencabutan atau perubahan terhadap dokumen yang diduga palsu tidak serta-merta menghapus unsur pidana.

Menurutnya, selama unsur perbuatan telah terpenuhi, proses hukum tetap dapat berjalan.

Ia mengilustrasikan bahwa pengembalian barang oleh pelaku setelah dilaporkan tidak menggugurkan tindak pidana yang telah terjadi, sehingga prinsip yang sama berlaku dalam kasus pemalsuan surat.

Penulis: Ronis Natom

DPRD Mabar Golo Mori Polda NTT
Previous ArticlePemenuhan HAM Korban TPPO di Sikka Diminta Jadi Atensi Serius Pemda dan Aparat
Next Article Inn Room Hotel Hadir di Labuan Bajo, Tawarkan Konsep Hotel Zaman Now

Related Posts

Kompak Indonesia Minta Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Diusut hingga Aktor Utama

24 Juli 2026

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026
Terkini

STEAMS Membangun Murid Berpikir Bijaksana

25 Juli 2026

Kompak Indonesia Minta Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Diusut hingga Aktor Utama

24 Juli 2026

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.